Sosialisasi Pencegahan Stunting Bersama BkkBN DIY dan Hj. Diyah Sunaryanta Diharapkan Bisa Menurunkan Angka Stunting di Gunungkidul

Gunungkidul – Sosialisasi pencegahan stunting di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan di Bangsal Sewokoprojo, Senin (03/05)

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kegiatan ini bertujuan untuk upaya menurunkan angka stunting di Gunungkidul. Upaya penurunan angka stunting ini didasari oleh Peraturan Presiden no 72 tahun 2018 tentang Rancangan kerja pemerintah tahun 2019, bahwa ada prioritas nasional mengenai pembangunan manusia melalui pengurangam kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar. Kemudian dikumpulkan lagi menjadi produk prioritas kepada peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat dengan percepatan penurunan stunting. [PIC1]

Tahun 2024 angka stunting di Indonesia harus turun di angka 14% dari angka 24,1%. Hal tersebut karena berbagai faktor, diantaranya gizi anak yang tidak terpenuhi, pernikahan dini, dan kurangnya kasih sayang dari orangtua,dan pola asuh kepada anak yang belum benar. Hal ini disampaikan langsung oleh dr. Iin Nadzifah Hamid sebagai perwakilan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

“Setiap tahun harapannya bisa turun 2,7%,kita harus bersinergi untuk menurunkan angka stunting ini, dengan cara edukasi ibu hamil, perencanaan program kehamilan, mengurangi pernikahan dini, dan memperhatikan pola asuh terhadap anak” ungkapnya

Dalam kesempatan ini, Ibu Diyah Sunaryanta selaku Ketua Penggerak PKK menyampaikan dalam sambutannya bahwa sosialisasi ini untuk mewujudkan keharmonisan dalam rumah tangga.

“Kurangnya kebutuhan dasar yang belum terpenuhi,dapat mengakibatkan masalah sosial diantaranya stunting, stunting merupakan permasalahan sosial yang selama ini belum dapat diatasi ,Menyadari hal ini adalah suatu masalah yang kompleks maka tim penggerak PKK yang juga tim penggerak stunting bekerjasama dengan berbagai pihak meliputi organisasi perangkat daerah/ OPD dan pihak ketiga berusaha untuk saling bersinergi dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Gunungkidul” ungkapnya

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat bisa lebih paham tentang stunting sehingga bisa tercipta keluarga yang sejahtera, harmonis sekaligus bisa menurunkan angka stunting di Indonesia.