Sumringah Petani Semanu Sudah Bisa Menggarap Sawah Irigasi, Setelah Bupati Resmikan ID Bendung Pacarejo

Gunungkidul – Warga Padukuhan Jetis Wetan dan Jetis Kulon, Kalurahan Pacarejo, Semanu, Gunungkidul kini bisa bernafas lega. Pasalnya area lahan pertanian mereka yang awalnya tanah tadah hujan berubah menjadi sawah beririgasi.

Hal tersebut salah satu dampak dari Pembangunan Irigasi (ID) Bendung Pacarejo yang mempu mengairi 40 Hektare sawah. Pekerjaan ini dibiayai dari Dana Alokasi Khusus ( DAK) Tahun 2022 senilai Rp. 3,7 milyar.[PIC3]

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, konsep pembangunan Irigasi ini dengan membuat bendungan sungai. Air dari sungai dinaikan ke bak reservoar.

“Debit air yang diangkat 26 liter per detik. Dengan elevasi sekitar 75 meter. Bak reservoir memiliki kapasitas 140 m3 dan sungai yang kita bendung memiliki lebar 10 meter,” kata Irawan, Senin (12/12/2022).

Pihaknya juga mengatakan, pembangunan irigasi khusus ini memiliki dampak baik bagi perkembangan pertanian. Serta mampu meningkatkan indeks pertanaman dari 100 persen menjadi 200 persen atau 2 kali panen.

“Selain itu mampu mendukung kebutuhan hijauan pakan ternak di musim kemarau,” paparnya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, irigasi ini diharapkan dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat. Bupati meminta pengurus pengelolaan air benar- benar memperhatikan aturan yang berlaku agar kelangsungan sistem irigasi ini dapat terus digunakan oleh masyarakat.

“Pertanian di Gunungkidul menjadi penyumbang peningkatan ekonomi yang besar. Tolong bapak ibu semua irigasi ini dijaga dengan baik,” papar bupati.[PIC2]

Sementara lurah Pacarejo, Suhardi mengaku pembangunan irigasi ini menjadi pembangunan perdana diwilayah itu. Pembangunan irigasi dinilai tepat untuk meningkatkan indeks pertanian.

“Saat kemarau biasanya sapi makan sapi, atau kita harus menjual sapi untuk memberi makan sapi yang lain. Melalui irigasi ini kedepan kebutuhan hijauan pakan ternak optimis akan tercukupi,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut bupati melihat langsung bak reservoir bersama perangkat desa, DPUPR dan OPD terkait.