Thiwul

[PIC1]

Makanan pokok pengganti nasi yang biasa di konsumsi oleh penduduk Kabupaten Gunungkidul salah satunya adalah Thiwul. Thiwul terbuat dari ketela pohon yang dikupas lalu dikeringkan dengan cara dijemur yang diberi nama gaplek. Setelah itu gaplek diolah menjadi makanan yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Ketela pohon atau singkong merupakan tanaman yang banyak ditanam oleh petani – petani di Gunungkidul. Namun dalam perkembangan saat ini , thiwul diolah dengan tampilan yang lebih modern , bisa menjadi camilan teman teh ataupun kopi yang biasa disebut dengan nama thiwul ayu. Makanan ini sayang untuk dilewatkan ketika anda berkunjung ke Gunungkidul, selain dapat dinikmati ditempat , anda juga dapat menjadikannya sebagai oleh – oleh.

The main staple food of rice usually consumed by residents of Gunungkidul Regency is Thiwul. Thiwul is made from cassava which is peeled and dried by drying method called gaplek. After that dried cassava processed into food that can be consumed as a substitute for rice. Cassava is a plant that is widely grown by farmers in Gunungkidul. But now, thiwul processed with a more modern look, can be a snack tea or coffee friends commonly referred to as thiwul ayu. This food is a pity to miss when you visit to Gunungkidul, in addition to be enjoyed on the spot, you can also buy to take home.