TOP 35 DAN WTP, Kado HUT 185 Gunungkidul

Gunungkidul – Pada kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat Nasional tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN dan RB Pemerinah Kabupaten Gunungkidul dengan inovasi “Pengembangan Klinik Konsultasi Agribisnis” berhasil masuk dalam 35 besar penghargaan tertinggi (TOP 35) dari 2476 inovator seluruh kabupaten/kota, provinsi, kementerian/lembaga, BUMN/BUMD se Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi kepada Bupati yang diwakili Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Gunungkidul Dra. Siwi Iriyani,M.Si pada acara Rakornas kepegawaian tahun 2016 yang dibuka Wakil Presiden RI M.Yusuf Kalla di Hotel Bidakara Jakarta pada tanggal 26 Mei 2016.

[PIC1]Klinik kunsultasi Agribisnis yang dikembangkan BP2KP akan terus dikembangkan dan ditingkatkan untuk kesejahteraan masyarakat khususnya kaum petani, dan dalam pegembangannya bersinergi dengan sektor lain seperti pariwisata, sesuai visi Bupati yaitu Mewujudkan Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang berdayasaing, maju, mandiri dan sejahtera tahun 2020.

Selain TOP 35 dalam pelayanan publik pada Ulang Tahun ke 185 Kabupaten Gunungkidul juga mendapat Kado Istimewa dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan sebagai ukuran akuntabilitas kinerja Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pemerintahan.

Atas perjuangan semua pihak Gunungkidul bisa meraih Opini WTP yang baru didapat sepanjang sejarah kabupaten Gunungkidul walaupun penghargaan ini bukan segalanya namun diharapkan mampu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayan kepada masyarakat Kabupaten Gunungkidul .

Demikian disampaikan Bupati Gunungkidul Hj.Badingah,S.Sos pada saat Jumpa Pers pada Senin tanggal 30 Mei 2016 bertempat di Rumah Makan Gudeg Yu Jum Gading Playen.

Hadir mendampingi Bupati Gunungkidul Suharno, SE Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Drs. Supartono, M.Si Penjabat Sekretaris Daerah, Inspektorat Kabupaten Gunungkidul, Disdikpora, DPPKAD, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, BP2KP, Bagian Organisasi, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Gunungkidul. Acara juga dihadiri sejumlah Wartawan dari media massa yang bertugas di Kabupaten Gunungkidul.

Sementara Ketua DPRD Suharno, SE menyampaikan bahwa gerakan Kabupaten Gunungkidul saat ini menggunakan filosofi Parasit yang bisa berfungsi jika terbuka dan berkembang, demikian juga pemerintah kabupaten Gunungkidul yang terbuka dan berkembang untuk masyarakatnya, sehingga bisa tercapai cita-cita  memperoleh Opini WTP yang diraih dengan filosofi Parasit tersebut, walaupun sebelumnya banyak catatan yang hal ini semata disebabkan regulasi  yang berubah yang belum bisa diikuti dengan segera.

“ Selaku wakil rakyat di dewan kita hanya mendorong atas keputusan anggaran yang dalam pelaksanaanya dewan tidak ikut campur, namun diharapkan Gunungkidul bersih tanpa korupsi sehingga sejahtera rakyatnya “ tandas Suharno. <mtyedt*s>