Gunungkidul – Rabu (17/05/2023) bertempat di ruang amarta 1 Hotel Santika Gunungkidul, telah diadakan rapat koordinasi penanggulangan stunting tingkat Kabupaten Gunungkidul.
Rakor penanggulangan stunting kali ini diikuti sekitar 100 peserta terdiri dari lintas organisasi perangkat daerah dan seluruh anggota TPPS (tim percepatan penanggulangan stunting) Kabupaten Gunungkidul dengan mengusung tema “nanting siheni” yang berarti (Penanggulangan Stunting Dengan Konsumsi Protein Hewani).
Diawali dengan penandatanganan deklarasi pemerintah Kabupaten Gunungkidul terkait kegiatan nanting siheni. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunungkidul Drs.Sujarwo, M.Si. mewakili Bupati Gunungkidul secara resmi membuka rakor tersebut dan memberikan pengantar terkait perkembangan penurunan stunting di Kabupaten Gunungkidul.
Sujarwo berharap rapat koordinasi kali ini akan menghasilkan berbagai kesimpulan yang dapat mempercepat upaya penurunan stunting di Kabupaten Gunungkidul.[PIC3]
Dimoderatori oleh Asar Janjang Lestari, S.Psi, MAP, rapat koordinasi rembuk stunting tingkat Kabupaten Gunungkidul tersebut mendatangkan 3 narasumber, diantaranya :
1. Dokter ahli anak RSUD Wonosari, Rini Dwi Lestari dengan materi penanggulangan stunting secara spesifik.
2. Mohammad Arif Aldian,S.IP.,M.Si selaku Kepala Bappeda Kabupaten Gunungkidul dengan materi analisis situasi dan rencana kegiatan penanggulangan stunting terintegrasi.
3. Tri Mei Khasana selaku ahli gizi dari Universitas Resparti Yogyakarta dengan materi pemanfaatan protein hewani guna mempercepat penurunan stunting.
Turut Hadir dalam acara tersebut, Perwakilan Kodim 0730, Perwakilan Polres Gunungkidul, Perwakilan Kejaksaan Negeri Wonosari, Perwakilan Pengadilan Negeri Kabupaten Gunungkidul, dan Perwakilan PKK Gunungkidul.

