UKM Budidaya Magot Mampu Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat, Bupati Berikan Apresiasi

Gunungkidul – Keberadaan UKM di padukuhan Salam Patuk Gunungkidul yang sedang membudidayakan Magot di kunjungi Bupati H.Sunaryanta, Selasa.(24/8)

Warga masyarakat yang hampir 4 tahun membudidayakan Magot dan berkembang pemanfaatannya mampu memberikan dampak kesejahteraan dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat setempat. Usaha budidaya tersebut di awali dari sosok Kusdiana yang pernah mengenyam pendidikan di ITB kemudian memberikan edukasi kepada warga masyarakat tentang budidaya mogot. Dari hal tersebut akhirnya masyarakat tertarik untuk ikut serta membudidayakan, hingga terbentuk kelompok budidaya

[PIC1]

“Hasil dari budidaya magot ini pun memiliki nilai ekonomis yang tinggi selain harga magot yang mahal, terlebih telur magot yang mampu menembus harga 5 juta per kilogramnya” kata Kusdiana.

Untuk pakan magotpun di peroleh dari berbagai hasil limbah rumah tangga,sehingga tidak mengalami kendala.

Lurah salam Sajido menampaikan bahwa harapannya dengan kehadiran Bupati H.Sunaryanta dapat memotivasi dalam pelaksanaan kegiatan usaha dan ketrampilan mandiri rumah tangga Dusun Salam khususnya bagi kelompok.

“Kelompok yang aktif dalam pengolahan limbah untuk potensi makan magot dan lele serta rabuk harapanya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan dengan dukungan dari Pemerintah Daerah agar dapat lebih meningkat”

Dalam hal ini Bupati mengapresiasi gerakan pemberdayaan masyarakat tersebut karena dengan kegiatan budidaya ini menjadi salah satu program pembangunan di sektor Ekonomi Kerakyatan

“selain budidaya magot yang sangat potensi dikembangkan juga adanya joper di wilayah selatan dengan ribuan pembudidaya yang terbuka untuk dikembangkan lagi” ungkapnya

Bupati juga menambahkan harapanya kedepan ada peningkatan dan dapat memberikan kesejahteraan kelompok yang terus berkembang dan tidak menutup kemungkinan adanya bantuan dari kementrian. 
” Pengembangan ini jika dikelola dengan baik maka tidak menutup kemungkinan besar adanya kunjungan dan bantuan-bantuan dari kementerian” tambahnya 

Diluar itu Bupatipun menyampaikan peran masyarakat dalam partisipasi penanganan covid-19, di masa pandemi masih perlu di waspadai.
Yang masih di hadapi adalah enggannya masyarakat melakukan Isoman di shelter yang telah di sediakan pemerintah, karena masyarakat lebih memilih untuk isolasi mandiri di rumah masing masing, hal ini menjadi kendala dalam pengawasan.

Dari 150 kapasitas isoter yang berada di wanagama dan petir hanya di huni 3 orang.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga mengunjungi lokasi budidaya magot yang berada di kediaman ketua kelompok budidaya Edi Purnomo.

[PIC2]