Wabup Mendorong Petani Untuk Menggunakan Elisitor Buatan Sendiri Untuk Dongkrak Produktifitas Pertanian

Gunungkidul – Wakil Bupati Gunungkidul bersama dengan kelompok tani Rukun tani melakukan pelatihan pembuatan biosaka di Balai Dusun Gunungsari Bejiharjo.(21/02)

Sarno selaku PUPT Karangmojo berharap kepada kelompok tani di Dusun Gunungsari agar dapat menggunakan biosaka dengan baik dan benar.
Karena biosaka ini terbuat dari rerumputan yang tumbuh di sekitar sawah maupun ladang milik petani itu sendiri, dan cara pembuatannya cukup mudah, cepat dan dapat menghemat biaya pupuk hingga 70 %, program ini baru di galakkan oleh kementrian pertanian pada th 2019.[PIC2]

Biosaka yang singkatan dari bio dan saka, bio berarti hayati atau tumbuhan dan saka dari singkatan Selamatkan Alam Kembali ke Alam, jadi biosaka ini artinya tumbuh tumbuhan yang berguna untuk menyelamatkan alam atau dari alam kembali ke alam.

di jelaskan bahwa biosaka ini bukan pupuk dan bukan pestisida melainkan elisitor yang berfungsi untuk memicu, merangsang dan memberi signal kepada tanaman agar sel selnya dapat bekerja dengan baik.

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto pun mengucapkan banyak terimakasih dan memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian Karangmojo yang mau mengenalkan biosaka ini kepada warga masyarakat Gunungsari, dan berharap agar informasi ini dapat di teruskan kepada masyarakat yang belum tahu tentang biosaka ini.
“Agar biosaka ini bermanfaat bagi seluruh petani yang ada di Gunungkidul dan dapat mendongkrak produktifitas masyarakat pada umumnya”

Dalam kesempatan ini Wakil Bupati Gunungkidul bersama masyarakat dan PUPT bersama sama membuat biosaka di balai padukuhan gunungsari ini

Pelatihan ini di hadiri juga oleh perangkat kalurahan dan penyuluh pertanian kapanewon karangmojo.