Wabup Panen Raya Kedelai dan Jagung di Nglipar

[PIC1]

Gunungkidul – Setelah beberapa bulan berkeliling ke desa-desa di Gunungkidul, Wakil BupatiDr. H. Immawan Wahyudi, M.H.,  menyimpulkan adanya kemakmuran dan kemajuan petanisesuai kondisi konkrit dilapangan. Immawan mengungkapkan ketika menghadiri panen raya Kedelai dan Jagung di Wilayah Kecamatan Nglipar, Jumat (05/01),  didampingi Kepala BPTP DIY, Dr. Joko Pramono, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Gunungkidul Ir. Bambang Wisnu Broto, dan unsur Muspika Kecamatan Nglipar.

Menurutnya,sektor pertanian memberi kontribusi nyata terhadap PDRB Kabupaten Gunungkidul, dan menurut perkiraannya bisa berkisar di angka 30% mengingat kenyataannbahwa para petani tidak hanya menggarap lahan mereka sendiri, tetapi juga lahan milik pemerintah. “Kalau pertanian dilihat secara komprehensi fdan menyeluruh maka bisa dimungkinkan kontribusi pertanian bisa mencapai 30%,” ungkapnya. Sebab teorinya, pertanian dihitung berdasarkan kepemilikan lahan, padahal selain lahan tanah milik petani, juga ada lahan lain milik pemerintah supaya dimanfaatkan sepenuhnya untuk digarap oleh petani, “Dan ternyata hasilnya luar biasa, hal semacam iniharapannya oleh BPS dapat tercover atau terdata,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Immawan Wahyudi juga menyampaikan apresiasi kepada para petani Kedelai di Padukuhan Nglorog, Desa Kedungpoh, dan petani jagung di Padukuhan Prebutan, Desa Katongan Kecamatan Nglipar, yang menggarap lahan milik Kementerian Kehutanan, dan beliau berpesan kepada warga masyarakat yang menggarap lahantersebut agar tetap mengindahkan aturan-aturan yang berlaku untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Disampaikan pula bahwa, petani Gunungkidul sudah memberikan kontribusi ketahanan pangan nomor 2 di DIY setelah Kabupaten Sleman.
“Bapak dan ibu sudah menjadi pejuang petani yang tangguh, ini suatu gambaran kemakmuran petani,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Balai Penelitian Tanaman Pangan (BPTP), DIY, Dr. Joko Pramono, juga memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras para petani, sebagai pahlawan swasembada pangan Indonesia.
Dikatakan Joko, panen raya ini sudah ada peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hasil panen Kedelai di Padukuhan Nglorog satu hektar mencapai rata-rata 1,7 ton sedangkan area yang ditanami kelompok tani ada 10 hektar. “Jadi dalam satu kali panen bisa mencapai 17 ton,” terang Joko. Sedangkan panen raya jagung di Padukuhan Prebutan, satu hektar menghasilkan rata-rata 8,9 ton. Sehingga untuk 10 hektar yang ditanami jagung oleh kelompok petani bisa mencapai hasil 89 ton sekali panen. Ini merupakan hasil yang sangat luar biasa dan perlu dipertahankan dan di usahakan dapat ditingkatkan diwaktu mendatang,” pintanya.

Diharapkan para pahlawan swasembada pangan ini tetap tekun untuk menanam Jagung, sebab kalau kontribusi Gunungkidul terhadap cadangan Jagung nasional tinggi pasti dari Kementerian Pertanian akan memperhatikan. Joko juga menerangkan bahwa bantuan dari Kementan ke wilayah Gunungkidul sudah terhitung cukup banyak. “Salah satunya adalah alat mesin pertanian (Alsintan), juga benih dan bibit”.

Dengan adanya pendampingan dariPetugas Penyuluh Lapangan (PPL), diharapkan petani lebih maju dan mengerti bagaimana bertani yang baik sesuai dengan anjuran teknologi saat ini, sehingga produksi hasil akan semakin meningkat yang akan membawa pada kesejahteraan dan kemakmuran petani dan warga masyarakat Gunungkidul pada umumnya. (*tim_ikp)

[PIC2][PIC3][PIC4][PIC5]