Wakil Bupati Dr. Immawan Wahyudi, MH Menjadi Nara Sumber Dialog Khusus Bersama Dimas Tedjo Sosialisasi Perbup No. 68 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan.

Gunungkidul – Wakil Bupati Gunungkidul Dr. Immawan Wahyudi, MH Menjadi nara sumber dalam dialog khusus bertajuk Ngobrol Bareng Wakil Bupati Gunungkidul dan Dimas Tedjo di Studio SRGK Playen dalam sosialisai Perbup No-68 tahun 2020 tentang adaptasi tatanan baru Protokol kesehatan, Selasa (22/9). yangakan disiarkan RBTV.

Ketua Pelaksanan Gugus Tugas Penangan Covid-19 Dr. Immawan Wahyudi,MH yang saat dialog lebih nyaman di panggi mas Imm oleh kang tedjo menjadikan obrolan sosialisai tersebut semakin menarik.[PIC3]

Wakil Bupati mengatakan penangan covid di Gunungkidul karena kekuatan spritual dan ikhtiar lahiriah masyarakat serta guyup rukun. di tigkat nasional penangan covid yang menjadi indikator adalah tingkat kesembuhan dan di Gunungkidul faktanya tingkat kesembuhan penangan covid -19 mencai 87% lebih.

dalam penanganan pandemi covid Pemerintah daerah, Instansi fertikal merupakan fasilitasi kebijakan maupun contoh untuk memotifasi masyarakat, yang sebenarnya kekuatan ada pada masyarakat.[PIC2]

Penanganan Covid-19 juga di dukung dengan refokusing anggaran yang mencapai 210 Milyar yang di fokuskan pada Bidang Kesehatan, Sosial, BPBD, Rumah sakit saptosari dan wonosari dan kegiatan penunjang dan di buat kebijakan, pemerinth juga membuat kebijakan seperti yang telah diterbitkan berupa Peraturan Bupati No.68 tahun 2020 yang substansinya menyeimbangkan antara kebijakan orientasi kesehatan dan orientasi pertumbuhan ekonomi nasional. dalam berkegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dan lainya sehingga harus di tunjang dengan sarana dan prasarana fasilitasnya sehingga harus ada kontrol baru akan direkomendasi, hal ini dilakukan supaya masyarakat dapat beraktifitas ekonomi arti luas.[PIC1]
Di akhir dialog wakil bupati menyampaikan 3 hal untuk tetap guyup rukun, berkeja secara sungguh-sungguh yang sebenarnya ulet menjadi trademark Gunungkidul. pelihara seni budaya gunungkidul yang menjadi lem perekat guyup rukun ataupun perekat kinerja partisipasi dalam pembangunan untuk mewujudkan gunungkidul tentram sejahtera makmur maju mandiri sejahtera.