[PIC2]
Gunungkidul – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, memberikan motivasi dan arahan kepada murid serta alumni SMK Negeri 2 Wonosari. Senin (28/7/2025).Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya persiapan bahasa, budaya, serta mental bagi siswa yang akan mengikuti program magang ke Jepang.
“Adik-adik harus benar-benar memanfaatkan waktu enam bulan pembekalan di Bogor dengan baik. Pelajari bahasa dan adat istiadat Jepang secara sungguh-sungguh. Ini adalah kesempatan berharga, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membanggakan orang tua, almamater, dan daerah,” ujar Joko Parwoto.
Menurut Kepala SMKN 2 Wonosari, Ahmad Darmadi, pada tahun ajaran baru 2025/2026, sekolah menerima 540 siswa baru sehingga total jumlah siswa mencapai 1.610. “Kami ingin mewujudkan lulusan yang berkarakter, berjiwa wirausaha, dan berorientasi industri. Lulusan kami diharapkan siap bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha. Tahun ini, beberapa siswa juga akan mengikuti magang ke luar negeri,” jelasnya.
Sebanyak 153 siswa akan mengikuti pembekalan budaya dan bahasa Jepang di Bogor selama enam bulan. Mereka terdiri dari 97 siswa SMKN 2 Wonosari dan 56 siswa dari sekolah lain di sekitar Gunungkidul.
Selain itu, SMKN 2 Wonosari mengirimkan perwakilan siswa untuk Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional di bidang metrologi, landscaping, dan gardening di Jakarta pada 28–30 Juli 2025.
Prestasi lain juga datang dari tim marching band Gitta Buana Smakadano, yang akan mewakili Indonesia dalam lomba marching band tingkat internasional International Vendome di Jakarta pada 8–10 Agustus 2025. Lomba ini akan diikuti oleh 37 kontingen dari berbagai negara seperti Taiwan, India, Polandia, Venezuela, Malaysia, dan Indonesia.
Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada siswa yang akan berlaga di tingkat nasional maupun internasional. “Semoga siswa-siswa SMKN 2 Wonosari bisa membawa pulang prestasi yang membanggakan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan seluruh siswa untuk menjauhi narkoba. “Gunungkidul sebagai daerah wisata memiliki potensi besar masuknya peredaran narkoba. Saya mengimbau seluruh siswa SMKN 2 Wonosari untuk menjauhi narkoba demi masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

