Gunungkidul – Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, terdiri dari berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda, baik suku, agama, budaya maupun ras. Disisi lain masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius dan posisi agama yang tercermin dalam ideologi dan konstitusi negara yaitu sila pertama Pancasila dan pasal 29 UUD 1945, meskipun negara ini bukan Negara agama.
Untuk memperkuat kerukunan umat beragama dan mencegah terjadinya konflik diperlukan upaya terus menerus dengan pendekatan teologis maupun pendekatan sosiologis kultural. Pendekatan teologis diantaranya dengan melakukan pembangunan perdamaian dan kerukunan sebagai acuan dalam hubungan antar umat beragama, antar warga negara, dan antar manusia secara keseluruhan. Sedangkan pendekatan sosiologis kultural dengan melakukan pendidikan multikultural maupun sosialisasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Bertempat di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, (14/11/2016) Wakil Bupati Gunungkidul Dr. Immawan Wahyudi, MH menerima kunjungan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang Propinsi Jawa Timur.
Hadir mendampingi Wakil Bupati Gunungkidul pada kesempatan ini antara lain Ketua FKUB 2011-2016 H. Iskanto AR, SAg, Kapolres Gunungkidul yang diwakili AKP Fauzi, Kepala Kesbangpol Gunungkidul Drs. Wahyu Nugroho, M.Si. beserta jajaran, Kepala Dinsosnakertran Gunungkidul Drs. Dwi Warna Widi Nugraha, M.Si., Bupati Jombang yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Jombang Drs. Mas’ud, M.si beserta jajaran, Ketua FKUB Kabupaten Jombang Dr. KH. Isrofil Amar, S.Ag.
[PIC1] [PIC4] [PIC2] [PIC3]
Disampaikan pimpinan rombongan FKUB Jombang Drs. Mas’ud, M.Si., bahwa terbentuknya FKUB didasarkan kesepakatan bersama atau peraturan Menteri Agama No 9 dan Menteri Dalam Negeri No 8 Tahun 2006 terealisasi April 2007 FKUB Jombang terbentuk. Untuk menjalin sinergisitas kerukunan umat beragama diperlukan adanya regenerasi yaitu FKUB Pemuda dan FKUB Wanita, dan ini sudah terbentuk di Kabupaten Jombang namun tetap menjadi satu AD/ART. Ini terbukti bahwa kondusifitas dan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Jombang sangat terjaga, semua ini bisa terlaksana tentunya peran masyarakat Jombang dan tidak kalah pentingnya ini juga merupakan peran dari LSM dan media yang ada. Yang paling utama tujuan kami hadir disini silaturahmi untuk meningkatkan pengetahuan serta menjalin sinergisitas kerukunan antar umat beragama lintas wilayah.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Gunungkidul mengucapkan selamat datang FKUB Jombang dalam rangka silaturahim ke Kabupaten Gunungkidul, Pemerintah Daerah kabupaten Gunungkidul merespon dan menyambut baik Kehadiran FKUB jombang dalam rangka sharing bersama saling meniru dan memodifikasi antara FKUB Jombang dengan FKUB Gunungkidul karena salah satu unsur memajukan daerah adalah dengan cara meniru dan memodifikasi, yang tentunya akan menjadi kekuatan tersendiri didalam menjaga kebersamaan, kerukunan dan pemberdayaan berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang guyup rukun, guyup rukun dalam hal ini lebih tinggi satu tingkat dari pada gotong royong, yang mana gotong royong itu toto lahir sedangkan guyup rukun itu toto batin lan toto lahir, namun semua adalah sesuai dengan keinginan kehendak masyarakat masing-masing untuk memerankan diri sebagai agen pembangunan di Kabupaten Gunungkidul, ucapnya.
Disampaikan pula oleh Dr. Immawan Wahyudi bahwa kegiatan FKUB di Gunungkidul lebih cepat, lebih dinamis lebih banyak yang bisa dilakukan dari pada FKUB yang ada di wilayah DIY, FKUB Gunungkidul diharapkan bisa menginspirasi FKUB Jombang yang mana FKUB Jombang sudah melengkapi diri adanya FKUB Perempuan dan FKUB Pemuda, dan sebaliknya bila mana FKUB Gunungkidul ada yang bisa dimodifikasi atau untuk bisa bertukar pikiran untuk FKUB Jombang, memang ini yang menjadi tujuan pada kegiatan silaturahmi ini. FKUB sangat strategis untuk mencapai tujuan dan menjaga keutuhan NKRI, Kebinekaan dan UUD 1945. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kehadiran FKUB Jombang beserta rombongan, ini akan menyemangati, menginspirasi untuk terus bergerak menyempurnakan kelembagaan atau fungsi didalam kerukunan umat beragama.
Kegiatan kunjungan ini diakhiri dengan bertukar cindera mata dan mengujungi beberapa tempat ibadah yang berada di Kabupaten Gunungkidul. (sumarno/edt.s)

