Gunungkidul – Moment peringatan hari air sedunia di gunakan komunitas yang konsen terhadap pelestari sumber air, Komunitas Resan Gunungkidul sebagai bentuk upaya nguri-uri sumber air serta pelestarian. Di Banaran V, Kalurahan Gading Kapanewon Playen ini juga terdapat 2 sumber mata air yakni sumber planangan dan sumber mrunut yang konon oleh masyarakat di gunakan untuk kebutuhan pemenuhan air sehari-hari, namun waktu yang terus berubah dengan adanya sumur-sumur maupun fasilitas air menjadi sarana yang lebih mudah di setiap warga dalam pemenuhan kebutuhan air bersih maka secara perlahan masyarakat meninggalkan pemanfaatan sumber tersebut sehingga kini menjadi kurang berfungsi dan tertimbun lumpur. meskipun begitu oleh masyarakat sekitar masih di gunakan saat- saat tertentu seperti pada kegiatan ritual bersih desa maupun nyadranan.
| [PIC3] |
Menyadari air sebagai sumber kehidupan yang patut di jaga dan dilestarikan maka komunitas Resan Gunungkidul bersama masyarakat berinisiasi untuk di hidupkan kembali dengan membersihkan sumber air komplek resan di Banaran V Gading Playen Gunungkidul. Kegiatan itu juga di barengi dengan gerakan penanaman pohon.
Kegiatan yang di hadiri Wakil bupati Heri Susanto tersebut juga dilaksanakan simbolis penanaman pohon oleh Wakil Bupati dan komunitas di lokasi resan Banaran V, Senin (22/3).[PIC1]
Wakil Bupati Heri Susanto, S.Kom, M.Si berharap kegiatan pelestarian sumber sumber mata air ini dapat terus dilakukan guna menjaga keberadaan dan eksistensi sumber air sehingga nilai kemanfaatanya dapat di rasakan seterusnya.
Pemerintah sangat mengapresiasi adanya Komunitas Resan Gunungkidul yang menginisiasi untuk menjaga kelestarian alam, dengan langkah konkrit, semoga hal ini menjadi virus kebaikan untuk direplikasika dan di implementasikan di tempat lain serta dalam rangka konservasi alam untuk menjaga kesinambungan dan keberlangsungan generasi dan masa depan alam agar tetap terjaga dengan baik.
Menyadari masih jarang komunitas yang konsen pada pelestarian sumber air berharap di tempat lain anak-anak muda juga dapat berperan serta.
| [PIC4] |
Edi Padmo relawan dari Komunitas Resan Gunungkidul mengatakan dengan penanaman pohon ini sebagai upaya konservasi alam menjaga sumber air agar tetap ada dan lestari.
Dalam kegiatannya juga telah melakukan gerakan tanam pohon 9830 pohon di daerah tangkapan air di seluruh Gunungkidul yang dibantu oleh 27 kelompok. Harapanya dengan gerakan menanam pohon ini menjadi kesadaran masyarakat sehinga menjadi solusi jangka panjang dalam pemenuhan kebutuhan air
Selesai acara tersebut dilanjutkan dengan simbolis penanaman pohon oleh wakil Bupati Heri Susanto, S.Kom, M.Si dan KomunitasResan Gunungkidul.serta masyarakat di lokasi sumber.

