Wakil Bupati Membuka Festival Pantai Selatan

Gunungkidul – Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai kampus yang konsen pada program-program pemberdayaan khususnya terkait dengan pemberdayaan masyarakat, menerjunkan 520 Mahasiswa di Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 96 dengan Tematik. Tema yang diangkat KKN angkatan 96 di Kecamatan Saptosari adalah Among Tani Dagang Layar. Tema ini didasarkan pada mapping yang dilakukan terkait potensi wilayah yang ada di kecamatan Saptosari.

[PIC2]

Tugas utama Mahasiswa dalam program KKN selain melakukan pendampingan kemasyarakatan, mahasiswa juga pendampingan dalam hal potensi ekonomi lokal khususnya terkait dengan produk -produk olahan lokal, terkait dengan proses perijinan, kualitas pengolahan, packaging dan pemasaran produk dengan memperkenalkan model e-commers.

Puncak kegiatan KKN 96 UIN Sunan Kalijaga di Kecamatan Saptosari diselenggarakan Festival Pantai Selatan (FPS) yang dilaksanakan di pelataran Pantai Nguyahan, Minggu, (26/08).

Festival ini diikuti dari berbagai macam elemen masyarakat di Kecamatan Saptosari dengan menampilkan 5 jenis seni budaya, serta pameran produk dari 35 UMKM yang merupakan hasil dari pendampingan mahasiswa selama KKN, louncing e-commers UMKM dan hiburan.

[PIC3]

Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gunungkidul Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H., Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo, S.I.P, M.Si., Wakil Rektor Bidang III UIN Sunan Kalijaga Dr. Waryono Abdul Ghofur,M.Ag., dan Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga Prof.Dr.Phil. Al Makin, M.A.

Wakil Rektor III, Dr. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., menjelaskan bahwa, Festival Pantai Selatan ini adalah inisiasi bersama antara UIN Sunan Kalijaga dan Forum CSR Kesos RI yang diketuai oleh GKR. Mangkubumi, dengan tema Discover The Beauty and the economics value of Saptosari.

Tujuan utama dalam melaksanakan event Festival Pantai Selatan ini adalah bagaimana memperkenalkan potensi destinasi Pantai pasca terjadinya gelombang tinggi beberapa waktu yang lalu dan menjadi pemantik awal yang akan menjadi sebuah event rutin. Selain itu juga untuk memperkenalkan seni budaya serta potensi ekonomi berupa produk olahan makanan dari UMKM masyarakat kecamatan Saptosari.

[PIC1]

Diharapkan setiap tahun akan dilakukan event yang sama, sinergi antar pihak beserta seluruh elemen, sehingga Festival Pantai Selatan ini bisa dilaksanakan menjadi event tahunan yang pada akhirnya berdampak yang optimal bagi masyarakat khususnya masyarakat Saptosari.

Pada kesempatan ini Wakil Bupati, menyampaikan ucapan terima kasih, atas upaya-upaya UIN Sunan Kalijaga yang telah melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada warga masyarakat Saptosari. Festival pantai ini merupakan semangat bagi warga masyarakat usai terjadinya gelombang tinggi beberapa waktu yang lalu.

Dijelaskan bahwa sekian banyak pantai yang ada di Gunungkidul, dengan bergam keindahannya semuanya mengedepankan kearifan lokal yang berbasis budaya. 

Dengan modal sosial etos kerja yang tinggi, masyarakat sangat menyadari akan pentingnya budaya dalam kehidupan sehari-hari, guyub rukun inilah yang menjadi salah satu modal sosial yang sangat luar biasa bagi masyarakat sehingga seberat apapun beban akan menjadi mudah dan ringan. “Salah satu kunci sukses menjaga persatuan dan kesatuan di Gunungkidul adalah guyub rukun yang sangat terjaga, masyarakat Gunungkidul sangat luar biasa”,jelas Immawan.

Diakhir sambutannya beliau mengajak kepada seluruh warga masyarakat terus semangat mengembangkan kreativitasnya untuk kemajuan dan kesejahteraan, guna mendukung perkembangan pariwisata.