Gunungkidul – Rakor Gugus Tugas penanganan Covid-19 yang dipimpin langsung Wakil Bupati Dr. Immawan Wahyudi,MH di Ruang Rapat I Sekretariat Pemkab Gunungkidul, Senin (24/8) di dampingi Sekretaris Daerah Ir. Drajad Ruswandono, MT untuk mengetahui progres penanganan Covid-19 serta upaya penanganan lanjutan.[PIC2]
masa tanggap darurat covid yang masih berlangsung sampai akhir agustus 2020 melihat perkembangan konfirmasi positif dimungkinkan masa tanggap covis-19 masih akan di perpanjang, disampaikan Sekretaris Daerah Ir. Drajad Ruswandono, MT bahwa anggaran penanganan covid samai tiga bulan kedepan masih tersedia 20 Milyar. Sementara serapan yang dialokasikan dalam penanganan bidang sosial telah mencapai 14,7 milyar har tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Sosial Gunungkidul,
dibidang pendidikan yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bahron Rasyid, S.Pd,M.Pd bahwa kegiatan belajar mengajar masih melaksanakan sistem Belajar di Rumah meskipun sudah ada rencana pembelajaran tatap muka dengan menerapkan Protokol kesehatan dan pembagian rombongan belajar yang di lakukan dengan sistem sift, karena kondisi yang kembali tidak memungkinkan maka ditunda kembali. untuk kegiatan lain yang bersifat tatap muka maka wajib melaksanakan dengan protokol kesehatan.[PIC1]
Banyaknya masyarakat yang mengeluh dengan layanan kesehatan gigi yang sampai saat ini belum dlaksanakan maka dengan akan dirumuskan pelayanan pemeriksaan gigi di layanan kesehatan khususnya puskesmas dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga aman. selanjutnya aan segera dipercepat pemindahan sarana dan prasarana kesehatan untuk kesiapan puskesms 2 Ponjong sebagai tempat karantina. Kedipilinan warga masyarakat juga harus terus di dorong dengan memberikan edukasi dan pendekatan persuasif.
Wakil Bupati mendorong kinerja gugus tugas untuk tetap konsentrasi dan kolaborasi semua pihak sehingga dengan koordinasi yang baik akan mempercepat penanganan dengan output yang maksimal. meningkatkan sosialisasi yang terus menerus dilakukan utamanya adalah meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan. sehingga tidak muncul klaster-klaster baru.
Hadir dalam rapat tersebut kepala-kepala OPD dan Forum Komunikasi Perangkat Daerah.

