Gunungkidul – Hadirnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Gunungkidul dipandang penting dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena adanya lembaga PKBM, dapat meningkatkan lama sekolah dan wajib belajar 12 tahun.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, saat mengikuti kegiatan Wisuda Purna Siswa Pendidikan Kesejahteraan Paket C (setara SMA), dan paket B (setara SMP) di Pusat kegiatan masyarakat (PKBM) Ngudi Kapinteran, Semanu , Gunungkidul.
“Ibu- bapak yang ada disini masih mempunyai kesempatan mengikuti pendidikan untuk mendapatkan ijasah setara SMA dan SMP. Semoga ini bermanfaat untuk melanjutkan kehidupan kedepan,” kata Bupati Selasa (12/7/2022).
Bupati dalam kesempatan tersebut berpesan kepada ibu bapak yang mengikuti wisuda untuk dapat memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak. Sehingga mereka dapat menerima pendidikan formal.
| [PIC2] |
“Bapak ibu semua tentunya sudah mempunyai pengalaman. Sehingga kedepan saya berharap bisa memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak,” paparnya.
Sementara Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Tugino mengatakan, ada 158 peserta didik yang mengikuti wisuda paket C dan 28 peserta didik mengikuti wisuda paket B. Usia mereka rata-rata berumur 21 tahun.
“Peserta berumur dibawah 21 tahun jika diprosentase jumlahnya tidak lebih dari 20 persen,” paparnya.
Tugino mengatakan, pendidikan non formal di Gunungkidul bukan tanpa kendala. Dikatakan, saat ini hanya peserta didik dengan umur maksimal 21 tahun yang mendapatkan bantuan biaya BOP dari pemerintah.
“Peserta didik diatas 21 tahun harus mandiri atau mereka membiayai dirinya sendiri untuk mendapatkan pendidikan paket ,” paparnya.
Lebih lanjut Tugino memaparkan, saat ini ada 2.496 peserta didik se-Kabupaten Gunungkidul yang tidak mendapatkan BOP dari pusat. Jumlah tersebut tersebar di 31 PKBM yang ada di Bumi Handayani.
“Saya berharap ada solusi dari bapak bupati. Sebab jumlah lulusan PKBM ini diharapkan dapat meningkatkan indek pembangunan manusia di Gunungkidul,”katanya.

