Workshop PALUMA : Inklusi Disabilitas, Manajemen Risiko dan Pengembangan Ekonomi Desa

Gunungkidul – Wonosari, 05/08/2019. Bertempat diruang Rapat 1 Setda Kabupaten Gunungkidul, mewakili Bupati Gunungkidul, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Siti Isnaini Dekoningrum membuka pelaksanaan kegiatan Worksop Tingkat Akhir Kabupaten Gunungkidul, Program; Membangun Ketangguhan di Indonesia Memadukan Inklusi dan Manajemen Risiko Dalam Pembangunan Pedesaan.

[PIC2]

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Perkumpulan Paluma Nusantara (PALUMA) dalam kemitraan dengan Arbeiter Samariter-Bund (ASB) Indonesia and the Philippines bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri dibawah dukungan pendanaan the Federal Ministry for Economic Coorperation and Development, Republic of Germany (BMZ).

[PIC1]

Hadir dalam acara tersebut unsur-unsur terkait OPD/Dinas, Forum Komunikasi BUM Desa Kabupaten Gunungkidul, Camat Nglipar dan Camat Semin, Forum Disabilitas Tangguh Bencana (FDTB) Kabupaten Gunungkidul, Lembaga Perbankan serta Unit Kemitraan/Usaha, Fasilitator Desa, Kelompok Kesenian dan peserta workshop sebanyak 100 peserta terdiri dari perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul beserta OPD, perwakilan 2 (dua) desa, Desa Rejosari, Desa  Katongan, Lembaga Mitra, Pelaku Usaha dan Perbankan.

[PIC3]

Sesuai dengan judul program, PALUMA berupaya memadukan 3 (tiga) isu dalam pelaksanaan program, yakni; Inklusi Disabilitas, Manajemen Risiko dan Pengembangan Ekonomi Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Untuk mencapai tujuan tersebut PALUMA mempunyai semboyan “Semua Terlibat Semua Berdaya” semboyan tersebut diimplementasikan dengan mekanisme pendampingan secara berjenjang melalui rekrutmen Fasilisator dan Relawan Desa, pembekalantentang 3 isu utama, pengelolaan/penguatan kelompok, prosedur keselamatan diri ketika terjadi bencana.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan workshop satu hari ini adalah

1. Desiminasi informasi capaian kegiatan program

2. Tumbuhnya internalisasi nilai-nilai ketangguhan dan manajemen risiko maupun inklusi ditingkat pemerintah desa maupun para pihak yang berkomitmen untuk menjaga keberlangsungnya kegiatan.

3.  Adanya identifikasi mitra potensial, tumbuhnya inisiatif  untuk kemitraan dan berjejaring untuk keberlanjutan program.

Dalam sambutan tertulis Bupati Gunungkidul yang disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, menyampaikan “Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyambut positif kegiatan Workshop Program Tingkat Kabupaten dalam rangka implementasi Program “Membangun Ketangguhan Di Indonesia : Memadukan Inklusi dan Manajemen Resiko Dalam Pembangunan Perdesaan”.

Program yang sudah dimulai sejak 3 (tiga) tahun lalu di Desa Rejosari, Semin dan Desa Katongan, Nglipar, ternyata mampu diimplementasikan dengan intensif dengan prinsip partisipatif warga masyarakat perdesaan yang menjadi sasaran kegiatan.

Lebih lanjut Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri serta lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta dalam maupun luar negeri, terutama Perkumpulan PALUMA yang telah terlibat aktif dalam implementasi program pemberdayaan dan pembangunan perdesaan di Kabupaten Gunungkidul.