Bupati Gunungkidul Dorong Penguatan Ekonomi dan Kualitas SDM dalam Musrenbang Kapanewon Playen 2027

 

[PIC3]

Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kapanewon Playen untuk tahun 2027 di Kantor Kapanewon Playen, Rabu, (21/1/2026). 

Acara ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan prioritas pembangunan yang berfokus pada ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

 

Panewu Playen Irma Madyastuti Rahayu, menjelaskan dalam paparannya bahw Kapanewon Playen masih menghadapi tantangan serius, antara lain Stunting dimana erdapat 554 anak (17,9%) yang mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Playen I dan II.

“Selain itu juga terkait angka kemiskinan, sebaran penduduk Desil 1 (miskin ekstrem) mencapai 5.388 jiwa, dengan konsentrasi tertinggi di Kelurahan Bleberan, Banyusoco, dan Getas.” ungkap Panewu Playen tersebut.

Dan juga tercatat sebanyak 396 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di seluruh Kapanewon Playen.

Terkait infrastruktur, dilaporkan bahwa dari 54 ruas jalan kabupaten di Playen, terdapat 34 ruas jalan yang dalam kondisi rusak. 

 

[PIC2]

“Selain itu, di sektor pertanian, ada 9 Gapoktan yang belum pernah menerima bantuan alat pertanian.” ujar Irma.

Dalam arahannya, Bupati mengapresiasi prestasi gemilang BUMKalma Satu Hati dari Kapanewon Playen yang berhasil meraih peringkat istimewa sebagai BUMKalma inspiratif tingkat nasional.

“Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi kelurahan lain dalam mengelola potensi ekonomi lokal, terutama karena kemampuannya mengelola dana tanpa jaminan namun tetap minim tunggakan.” tuturnya.

 

Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan bahwa penanganan RTLH akan dilakukan melalui kolaborasi anggaran, mulai dari APBD, kementerian, hingga dukungan BAZNAS untuk warga miskin ekstrem yang tidak mampu secara swadaya.

Di sektor pendidikan, Bupati menyoroti pentingnya akurasi data kependudukan melalui gerakan “Wulan Panutan” untuk memperbarui status pendidikan di Kartu Keluarga (KK) guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

“Saya bersama Kepala Dinas Pendidikan juga mendorong anak-anak yang putus sekolah untuk mengikuti program kejar paket agar memiliki daya saing di dunia kerja.” kata Bupati Endah.

Bupati berharap Musrenbang ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi menghasilkan solusi nyata bagi permasalahan di masyarakat.