[PIC1]
Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kapanewon Paliyan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, anggota DPRD, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, Rabu, (21/1/2026).
Penewu Paliyan, Taufiq Nur Hidayat dalam paparannya menyampaikan profil wilayah yang terdiri dari tujuh kalurahan dengan total penduduk 33.279 jiwa. Ia menyoroti beberapa permasalahan krusial, di antaranya tingginya angka kemiskinan di Paliyan yang mencapai hampir 70% berdasarkan data KTP.
“Dimana Paliyan merupakan satu-satunya kapanewon yang tidak memiliki SMA maupun SMK, dan kita memohon dukungan dan bantuan dari Ibu Bupati dan jajaranya kedepan diharapkan di Kapanewon Paliyan dapat didirikan fasilitas sekolah menengah baik sekolah menengan atas maupun kejuruan,” ujar Taufiq.
Selain kendala belum adanya fasilitas sekolah menengah atas, di Paliya Ganggu Gangguan monyet ekor panjang telah menjadi permasalahan nasional namun belum menemukan solusi valid di tingkat lokal.
[PIC3]
“Dan di Paliyan juga kurangnya penerangan jalan umum (PJU), terutama di arah Sodo yang sangat gelap saat malam hari.” kata Panewu.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa Musrenbang kali ini bukan sekadar seremonial, melainkan forum untuk “belanja masalah” yang harus segera dicarikan solusinya.
Salah satu fokus utama adalah penanganan kemiskinan ekstrem dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bupati menegaskan bahwa untuk kasus kemiskinan yang ekstrem, janda miskin, atau lansia telantar, penanganan tidak boleh menunggu anggaran APBD tahun berikutnya.
“Pemerintah akan berkolaborasi dengan Baznas untuk melakukan bedah rumah secara cepat tanpa harus menunggu proses perencanaan APBD yang memakan waktu satu tahun.” ujar Bupati tegas.
Terkait infrastruktur, Bupati mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp840 juta untuk menyelesaikan 42 unit RTLH di wilayah tersebut pada tahun ini.
Selain itu, terdapat intervensi anggaran sebesar 1,9 miliar rupiah pada tahun 2026 untuk pembangunan sejumlah ruas jalan dan drainase.
“Berdasarkan data Dinas PU, Kapanewon Paliyan saat ini memiliki jalan rusak berat sepanjang 2,8 km, termasuk ruas Singkil-Giring yang menjadi prioritas perbaikan.” kata Bupati.
Menanggapi berbagai usulan, Bupati meminta agar data perencanaan datang dari bawah (bottom-up) agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap pembangunan SMA/SMK di Paliyan dengan mendorong fasilitasi dari pemerintah provinsi. Menutup arahannya, Bupati mengingatkan pentingnya niat baik dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat serta tokoh agama dan pemuda untuk membangun Gunungkidul yang lebih baik.

