Bupati Gunungkidul Tekankan Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Perbaikan Infrastruktur dalam Musrenbang Kapanewon Tepus

 

[PIC2]

Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kapanewon Tepus, Selasa, (27/1/2026) yang merupakan kapanewon ke-17 dalam rangkaian koordinasi pembangunan daerah.  

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan masalah mendesak seperti kemiskinan ekstrem, rumah tidak layak huni (RTLH), dan kerusakan infrastruktur jalan.

 

Dalam paparannya, Panewu Tepus Irwan Tri Wibowo mengungkapkan bahwa akses sarana prasarana jalan yang belum memadai menjadi hambatan utama, terutama di wilayah pantai sisi timur dan jalur penghubung antar-kalurahan.

“Kita laporkan Ibu, Beberapa wilayah mencatat tingkat kerusakan jalan yang cukup tinggi, seperti di Kalurahan Tepus dengan kerusakan berat mencapai 14,87 km, Sumberwungu 11 km, dan Giri Panggung 5,8 km.” papar Panewu Tepus.

Menanggapi hal ini, Bupati membawa jajaran lengkap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU), untuk memastikan perencanaan pembangunan jalan dapat segera diakomodasi dalam RKPD.

 

Masalah kemiskinan di Kapanewon Tepus juga tercatat masih cukup tinggi, yakni mencapai 59,47% (Desil 1-3). Selain itu, teridentifikasi adanya 323 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di lima kelurahan, dengan jumlah terbanyak di Giri Panggung (102 unit) dan Sumberwungu (78 unit).

 

Bupati menegaskan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem tidak boleh hanya mengandalkan proses birokrasi yang panjang. Ia memperkenalkan Baznas sebagai “tangan kiri” pemerintah yang dapat memberikan intervensi cepat untuk kasus-kasus kemanusiaan yang mendesak tanpa menunggu rapat perencanaan Musrenbang. 

“Fungsi Musren ini adalah menyampaikan problem riil di wilayahnya. Saya meminta data detail mana yang ekstrem agar bisa segera diintervensi,” tegas Bupati.

 

Bupati juga mengingatkan pentingnya edukasi warga terkait program Bantuan Perumahan Stimulan Swadaya (BSPS) dari kementerian yang bersifat swadaya.

Selain infrastruktur dan kemiskinan, beberapa poin penting lainnya yang dibahas salah satunya di bidang Kesehatan dimana Angka prevalensi stunting di Kapanewon Tepus berada pada angka 15,11%, dengan angka tertinggi di Sumberwungu (17,72%) dan Giri Panggung (17,02%).

“Untuk bidang pendidikan, meskipun angka putus sekolah tingkat SD dan SMP hampir tidak ada, terdapat 50 anak usia 7-18 tahun yang tercatat tidak sekolah di seluruh wilayah Kapanewon Tepus.” ujar Panewu.

 

Mendengar permasalahan air bersih dari paparan Panewu Tepus, Bupati menginstruksikan direktur PDAM untuk mengambil langkah konkret agar masalah dropping air di musim kemarau tidak terulang kembali dengan memanfaatkan sumber mata air yang ada secara optimal.

 

[PIC3]

Bupati mengingatkan bahwa perencanaan tahun ini harus menjadi pondasi kuat bagi bangunan masa depan Gunungkidul dengan memegang prinsip “Bocah Pintar, Warga Sehat, dan Alam Lestari”. 

Ia menekankan agar pembangunan fisik tidak melupakan pelestarian alam, “Jangan kita hanya berpikir tentang uang dan membangun, tetapi lupa melestarikan alam. Karena kalau kita tidak menjaga alam, kita akan menerima bencana,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Dapil 4, jajaran OPD Kabupaten Gunungkidul, unsur Forkopimkap Tepus, para Lurah, serta tokoh masyarakat setempat.