Gerakan Tanam Padi Masa Tanam Pertama oleh Bupati Gunungkidul bersama Kementerian Pertanian RI

 

[PIC3]

Gunungkidul – Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memimpin langsung kegiatan Gerakan Tanam Padi di Desa Pulutan, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (6/11/2025). Kegiatan yang digelar di lahan seluas 30 hektar ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Dengan mengusung tema “Kita Wujudkan Swasembada Pangan Nasional” kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) DIY. Turut hadir Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ladiyani R Widowati, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) DIY Dedy Irwandi, serta perwakilan Forkopimda dan Tim Penyuluh juga Gapoktan.

“Bahwa kegiatan ini merupakan upaya kita dalam rangka untuk mendukung program swasembada pangan dimana kami Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) begitu juga turut berperan aktif dalam rangka mensukseskan percepatan tanaman,” Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) DIY Dedy Irwandi.

Selain itu Dedy menambahkan, BRNP juga mendukung dalam hal optimalisasi lahan potensial yang siap untuk dilakukan percepatan serta optimalisasi pertanian modern dan berkelanjutan untuk meningkatkan hasil serta produktifitas.

“Jadi dari target Januari sampai Desember, itu 198 ribu dan sekitar 98 ribu ada di Kabupaten Gunungkidul, sehingga ini sangat potensial sekali apalagi di bulan November ini target 42 ribu dari Kementerian Pertanian itu 35 ribunya itu ada di Gunungkidul, maka dari itu Gerakan Tanam Serempak ini menjadi momentum untuk menggerakkan para petani untuk segera turun ke sawah,” ujar Dedy.

Sementara itu, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ladiyani R Widowati menekankan kepada para petani memanfaatkan momentum ini untuk segera melakukan tanam, “jadi ini seperti pondasinya, timingnya tepat sekali, mari Ibu Bupati dan Bapak Kepala BRMP untuk bersama-sama untuk menggerakkan para petani untuk segera menanam,”

Bukan tanpa alasan, Swasembada pangan tidak akan berjalan hanya sekali, namun terus berkelanjutan, hal tersebut ditambahkan oleh Ladiyani dalam sambutannya, dan berdasarkan data dari BPS Ladiyani memaparkan bahwa sampai Desember nanti untuk Swasembada pangan menunjukkan hasil yang positif dengan surplusnya kebutuhan pangan.

“Gunungkidul ini mensuplai hampir sebagian besar di DIY karena hampir 49% ada di Gunungkidul, berarti potensi sawah juga ada di Gunungkidul, nah ini menjadi PR kita untuk mengoptimalisasi lahan yang ada disini, dengan kontur tanah yang bergelombang mungkin dari BRMP DIY bisa membantu bibit-bibit varietas untuk lahan yang tidak seperti sawah,” ujar Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian tersebut.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih pun mendukung penuh kegiatan Gerakan Tanam Padi Musim Tanam I hari ini karena merupakan salah satu upaya serius dalam mendukung program peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Gerakan ini adalah sebuah langkah strategis untuk menggenjot produksi pangan kita, menjaga ketahanan pangan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, yang merupakan tulang punggung perekonomian kita. Setiap benih yang kita tanam hari ini adalah investasi masa depan, sebuah ikhtiar kolektif untuk memastikan bahwa piring nasi keluarga di DIY tetap terisi.” ucap Bupati Endah.

Bupati Endah berharap, sektor pertanian tidak hanya bertahan tetapi bangkit dan berkembang, karena memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan serta sangat penting untuk mencapai kemandirian ekonomi dan stabilitas nasional.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan perangkat uji tanah sawah kepada para penyuluh pertanian dimana perangkat tersebut digunakan di lapangan untuk mengukur kadar hara tanah seperti N, P, K, dan pH agar dapat disusun rekomendasi pemupukan yang tepat.