| [PIC1] |
Gunungkidul – Piodalan, yang juga dikenal dengan istilah “Odalan”, adalah bentuk perayaan hari lahirnya sebuah pura atau tempat suci, memperingati Piodalan ke-23 Pura Bhakti Widhi, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen merayakannya sederhana dengan gelaran wayang kulit di halaman komplek Pura, Minggu malam (12/5/2025).
Purwanto, Ketua Panitia Penyelenggara Dharma Santi dan Piodalan ke-23 Pura Bhakti Widhi mengatakan, Pagelaran Wayang Kulit ini adalah bentuk bagian kita dalam nyengkuyung tradisi budaya,
“Luar biasa salam Piodalan ke-23 Pura Bhakti Widhi dihadiri umat Hindu dari berbagai daerah di DIY, dari Banguntapan, dari Kota, terima kasih atas kehadirannya sebelumnya,”
Ia juga mewakili umat Hindu yang hadir mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan dari Bupati Gunungkidul, Anggota Komisi C DIY, dan Dirjen PHDI,
“Ini juga momentum yang luar biasa Dharma Santi dan Piodalan ke-23 Pura Bhakti Widhi dengan hiburan Pergelaran Wayang oleh Dhalang Ki Sumiyarno Hadi Premana,”
Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Didik Widya Putra yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi atas digelarnya Piodalan ke-23 Pura Bhakti Widhi,
“Acara yang bagus, sinergi yang luar biasa dari berbagai pihak, mudah-mudahan sinergi yang sudah terjalin antara Dirjen, Bupati, DPR dan seluruh program-program dari umat Hindu dapat terwujud,” ucapnya.
Mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengucapkam selamat atas Dharma Santi dan Piodalan ke-23 Pura Bhakti Widhi, Beji, Kapanewon Ngawen.
“Dan komitmen kami tetap sama, bahwa tidak boleh ada intoleransi di Kabupaten Gunungkidul,” kata Bupati.
Bupati juga mengapresiasi dengan gelaran Piodalan ke-23 Pura Bhakti Widhi yang mementaskan wayang kulit semalam suntuk dimana juga turut andil dalam pelestarian budaya, bahkan dibuka untuk umum,
Dan sebagai informasi hadir juga Arga Saloka selaku Anggota DPRD DIY Komisi C, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. I Nengah Duija, tokoh masyarakat serta umat Hindu.

