Acara Lung Tinampi Purna Siswa SD N 1 Wonosari, Bupati Endah Kuntariningsih Berpesan Orang Tua Konsisten Menemani Belajar Anak

[PIC1]Gunungkidul – Sebanyak 84 siswa kelas VI SD Negeri Wonosari 1 resmi dilepas dalam acara “Lung Tinampi” Tahun Ajaran 2024/2025 yang digelar di Bangsal Sewokoprojo, Sabtu (21/6/2025). Acara berlangsung khidmat dan penuh haru, menandai akhir perjalanan pendidikan dasar bagi para siswa.

 

Kepala SDN Wonosari 1, Jokowidiyanto, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar dengan baik. Salah satu kebanggaan besar tahun ini adalah keberhasilan siswa bernama Zubenelakrabi Pradipta Aruna Setyono yang meraih nilai ASDP (Asesmen Sumatif Daerah Provinsi) tertinggi kedua se-Kabupaten Gunungkidul dengan perolehan nilai 280,95.

 

“Dari 84 siswa yang lulus, semuanya adalah bagian dari generasi super. Kami membentuk karakter siswa untuk menjadi pribadi yang smart, unggul, presisten, empati, dan religius. Insya Allah, anak-anak ini akan menjadi cahaya bagi masa depan bangsa,” ujar Jokowidiyanto.

 

Selain itu, dalam acara tersebut juga diberikan penghargaan kepada lima siswa berprestasi dengan nilai ASDP tertinggi di SDN Wonosari 1, yang diserahkan langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih.

 

Dalam sambutannya, Bupati menyebut 

peran orang tua, khususnya ibu, dalam membentuk karakter anak sejak dini.

 

 “Kecerdasan anak itu banyak dipengaruhi secara genetik dari ibunya. Maka peran ibu sangat penting dalam membentuk kepribadian dan tata krama,” katanya.

 

Bupati mengingatkan bahwa masa keemasan anak tidak boleh disia-siakan. Ia mengajak seluruh orang tua untuk konsisten menemani proses belajar anak di rumah sebagai bagian dari perjuangan bersama dalam mencetak generasi tangguh.

 

“Saya meyakini bahwa sekolah turut berperan besar dalam membentuk karakter siswa. Tapi rumah adalah tempat pertama. Orang tua harus prihatin dan berjuang untuk kesuksesan anak-anaknya. Jangan lelah menemani mereka belajar,” ujarnya.

 

Di tengah tantangan global dan pengaruh dunia luar yang semakin kompleks, Bupati mengajak masyarakat untuk memperkuat lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak.

 

“Anak-anak ini adalah cahaya. Tugas kita adalah mengasah mereka terus agar tetap bersinar, menyinari masa depan Indonesia,” pungkasnya.