Wanita Katolik RI Gunungkidul Gelar Konfercab XIX, Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Masyarakat

 [PIC1]

Gunungkidul – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Gunungkidul menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) XIX tahun 2025 di Aula Ignatius Laloya, Gereja Katolik St. Petrus Kanisius, Wonosari, Sabtu (7/6/2025).

 

Mengangkat tema “Wanita Katolik RI DPC Gunungkidul ambil bagian berjuang mewujudkan peradaban kasih dan kesejahteraan bersama dalam NKRI”, Konfercab ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus refleksi atas perjalanan organisasi selama tiga tahun terakhir.

 

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, yang hadir dalam pembukaan acara menyampaikan apresiasi atas kiprah WKRI di tengah masyarakat.

 

“Organisasi ini telah menunjukkan komitmen nyata dalam penguatan iman, pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Joko.

 

Ia menambahkan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi merupakan momentum strategis untuk merancang arah gerak WKRI ke depan.

 

Menurutnya, perempuan memiliki peran sentral dalam membentuk karakter bangsa. Ia mengutip Bung Karno yang pernah berkata, “Kalau perempuan itu baik, maka jayalah negara. Tetapi kalau perempuan itu buruk, maka runtuhlah negara.”

 

“Pesan itu sangat relevan hingga hari ini. Keberadaan organisasi seperti WKRI menjadi sangat strategis dalam menciptakan bangsa yang beradab, religius, dan berkarakter,” tambahnya.

 

Joko juga mengajak WKRI untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam mewujudkan visi Gunungkidul Raya yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.

 

“Penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi perempuan, pembinaan moral generasi muda, hingga pelestarian lingkungan dan budaya, merupakan titik temu kerja bersama yang bisa kita bangun,” ujar Joko.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Konfercab XIX, Parni, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan dari tujuh ranting WKRI di Gunungkidul, dengan total 23 peserta.

 

Agenda utama Konfercab adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti 2022–2025 serta pemilihan pengurus baru untuk periode 2025–2028.

 

“Ini bukan hanya pokok organisasi, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, pelayanan, dan keterlibatan perempuan Katolik baik di Gereja maupun masyarakat,” jelas Parni.

 

Ia berharap Konfercab berjalan lancar dan mampu memperkuat peran aktif WKRI dalam berbagai bidang pelayanan, sekaligus memadukan rencana kerja dengan hasil Rakerda yang telah disusun sebelumnya.