Bupati Ajak Masyarakat Untuk Bijak Bersosial Media

 [PIC2]

Gunungkidul — Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, melakukan kunjungan langsung ke rumah Bu Parsi di Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari, menyusul viralnya unggahan di media sosial yang menyebutkan bahwa rumah Bu Parsi tidak layak huni. 

 

Unggahan yang beredar luas tersebut menggambarkan kondisi rumah yang memprihatinkan dan menandai langsung akun Bupati, sehingga mendorong beliau untuk segera menindaklanjuti informasi tersebut.

 

“Jadi kemarin, pas sidang paripurna, saya membuka TikTok dan menemukan postingan tentang rumah ini. Karena ditag langsung ke saya, maka saya instruksikan kepada grup Kepala OPD untuk menindaklanjuti informasi ini secara detail,” ujar Bupati Endah di lokasi.

 

Namun, setelah dilakukan investigasi lapangan oleh tim yang terdiri dari pendamping PKH, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Dinas Dukcapil, diketahui bahwa kondisi rumah Bu Parsi sebenarnya masih layak huni. Bu Parsi tinggal bersama putranya, Suranto (32), dan sebelumnya merupakan keluarga berkecukupan yang memiliki usaha ternak sapi dan palawija. Namun, aset-aset keluarga tersebut habis terjual untuk melunasi utang judi online yang dilakukan anaknya.

 

“Bu Parsi ini dulu keluarganya mampu secara ekonomi. Almarhum suaminya juga tergolong sejahtera. Tapi karena anaknya terjerat judi online, semua aset akhirnya terjual. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” tambah Bupati Endah.

 

Beliau juga menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum mengambil kebijakan atau menyebarkan asumsi di tengah masyarakat.

 

“Saya tetap datang ke lokasi walaupun sudah mendapatkan laporan bahwa rumahnya masih layak huni. Saya tidak mau memutuskan sesuatu hanya berdasarkan cerita atau kabar di media sosial. Saya harus melihat sendiri, atau setidaknya lewat perpanjangan tangan Bupati agar tidak salah sasaran,” jelasnya.

 

Bupati Endah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya atau menghakimi berdasarkan informasi di media sosial yang belum terbukti kebenarannya.

 

“Kita harus bijaksana dalam menilai. Kalau kondisinya seperti ini, maka pemerintah akan menilai bantuan apa yang paling tepat dan paling mendesak, sesuai dengan porsinya,” ujarnya.

 

Bupati juga menyampaikan bahwa apabila memang ditemukan kasus kemiskinan ekstrem, pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan Baznas, BUMD, atau mitra lainnya untuk memberikan bantuan cepat tanpa harus menunggu proses perencanaan anggaran seperti APBD.

 

Melalui kunjungan ini, Bupati berharap masyarakat bisa lebih memahami bahwa isu yang beredar di media sosial tidak selalu mencerminkan kenyataan dan pentingnya edukasi akan dampak negatif judi online terhadap keluarga dan ekonomi rumah tangga.