| [PIC3] |
Gunungkidul – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul menjadi tuan rumah dalam acara “Program Berbagi Pengetahuan Tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial 2024” atau dikenal dengan Knowledge Sharing Program on Library Transformation Based on Social Inclusion 2024 (KSPLTSI 2024).
Acara ini diadakan sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat transformasi perpustakaan di Indonesia dan negara-negara anggota Colombo Plan.
Acara yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Agustus 2024 ini terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul pada pukul 09.00 hingga 11.40 WIB. Setelah itu, acara dilanjutkan di Perpustakaan Balai Pintar Pengkol, Nglipar, dari pukul 12.25 hingga 15.20 WIB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Colombo Plan, sebuah organisasi nirlaba yang berpusat di Colombo, Sri Lanka, yang bertujuan untuk memperkuat pembangunan ekonomi dan sosial di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia, sebagai anggota Colombo Plan sejak tahun 1953, melalui Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Luar Negeri, menilai bahwa Perpustakaan Nasional sebagai Centre of Excellence dalam pemberdayaan perpustakaan memiliki potensi besar untuk membagikan praktik-praktik terbaik kepada negara berkembang, terutama anggota Colombo Plan.
Melalui program Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST), kegiatan pelatihan terkait Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) telah diadakan di Perpustakaan Nasional pada 13-17 November 2023 lalu.
Program ini menjadi salah satu Program Prioritas Nasional dalam RPJMN 2019-2024 yang bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi dan mewujudkan masyarakat yang inovatif, kreatif, dan sejahtera.
Sebagai kelanjutan dari pelatihan tersebut, dacara ini melibatkan 50 peserta yang terdiri dari delegasi dari 10 negara anggota Colombo Plan, diantaranya delegasi dari Bangladesh, Bhutan, Lao PDR, Malaysia, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Filipina, dan Vietnam, serta peserta dari Indonesia.
Kabupaten Gunungkidul dipilih sebagai lokasi kegiatan karena telah berhasil mengimplementasikan program TPBIS dengan baik.
Dengan dilaksanakannya acara ini, diharapkan nilai dan manfaat dari TPBIS dapat disebarluaskan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara anggota Colombo Plan lainnya.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan peran perpustakaan dalam pembangunan masyarakat yang lebih inklusif, berpengetahuan, dan sejahtera.
Drs Wahyu Nugroho M.Si staff ahli bidang hukum pemerintahan dan politik mewakili sekretaris daerah Gunungkidul dalam sambutanya mewakili pemerintah kabupaten gunungkidul menyampaikan apresiaisi yang setinggi tingginya atas kegiatan Knowledge Sharing Program on Library Transformation Based on Social Inclusion dari Colombo plan, serta mengucapkan terimakasih kepada kemetrian sekretariat Negara Republik Indonesia dan Perpustakaan Nasional Republic Indonesia yang telah mempercayakan salah satu kunjungan kegiatan di pengkol yang masuk wilayah kabupaten gunungkidul.
“Kabupaten Gunungkidul dengan kondisi geografisnya menyimpan kekhasan sejarah yang unik selain potensi pariwisata, budaya maupun kuliner, sampai tahun 2024 Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah telah mengedukasi desa kalurahan yang telah mengikuti program transformasi perpustakaan berbasis inkulsi sosial sebanyak 60 desa dan kalurahan, dan berharap semakin bekembang untuk bisa kita edukasi” terang Wahyu.
Berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh di Negara peserta dan Kabupaten Gunungkidul membuka mitra kersama yang seluasnya untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Kabiro hukum, organisasi Kerjasama dan Humas Perpusnas RI Sri Marganingsih, SH., M.H mengatakan Colombo plan tahun 2024 merupakan momentum penting mempererat hubungan dan kerjasama dengan delegasi 11 negara. Meneguhkan komitmen untuk terus berkolaborasi di bidang pendikan, kesehatan, pengembangan SDM Dan iklusi sosial.
“Dengan program transformasi berbasis inklusi sosial sangat relefan dengan tantangan yang di hadapi negara kita saat ini, transformasi ini menuntut kita untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dimana setiap indivdu tanpa memandang latar belakang, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan layanan kesehatan Dan peluang pengembangan diri melalui Colombo plan” kata Sri Marganingsih.
Dalam kesempatan tersebut Kepala dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kisworo di hadapan peserta dari 10 delegasi menyampaikan presentasi peran dan dukungan dinas perpustakaan dalam mendukung transformasi perpustakaan bebasis inklusi sosial
Hadir dalam kegiatan tersebut Sri Marganingsih, S.H., M.H., Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama dan Humas Perpustakaan Nasional RI, Kementerian Sekretariat Negara RI, Kementerian Luar Negeri RI, Peserta delegasi Colombo Plan dari 10 negara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, Kepala Balai Layanan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, Ida Fajar Priyanto, Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada, Sekretaris Daerah Kab. Gunungkidul, diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Drs. Wahyu Nugroho, M.Si., Kepala Dinas terkait dari Kabupaten Gunungkidul, Perwakilan dari berbagai lembaga dan instansi lokal lainnya.

