Gunungkidul – Perwakilan BKKBN DIY berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul lakukan Promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting, Untuk Mitra Kerja dan Pemangku Kebijakan di Kabupaten Gunungkidul, yang dilaksanakan di Hotel Shantika, Rabu (1/3).[PIC4]
Hadir membuka acara Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto serta Mitra kerja dan Pemangku Kebijakan yang terkait dengan program tersebut.
Perwakilan BKKBN DIY, Koordinator Bidang KSPK Widiastuti Susani Anggraeni mengatakan BKKBN mendapatkan prioritas dalam program untuk pencegahan angka stunting.
“Bkkbn mendapat prioritas dalam percepatan penekanan angka stunting, salah satunya yakni dnegan program KIE Pengasuhan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) pada anak balita,” katanya
Widiastuti juga menjelaskan perlu adanya perbaikan gizi, pengasuhan sehat serta lingkungan yang baik untuk menekan angka stunting
“Berdasarkan data prevalensi balita stunting di Gunungkidul mencapai 23.6 persen, naik 2.9 persen dan ini tertinggi di DIY,” paparnya.
Program KIE Pengasuhan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) adalah wujud percepatan penurunan angka stunting, dan perlu mendapat dukungan seluruh pihak dengan sinergitas pentahelix.
Menanggapi hal tersebut Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengatakan bahwa perlu menjadi perhatian kita bersama dengan tingginya angka stunting di Gunungkidul.
“Perlu adanya intervensi dan evaluasi sudah tepat belum program dinas dalam rangka menurunkan angka stunting,” kata Heri.
Heri juga menjelaskan tingkat ekonomi juga mempengaruhi penanganan stunting karena terkait dengan pemenuhan asupan gizi dan kesehatan untuk balita dan ibu hamil.
| [PIC3] |
“Dengan Indeks Pembangunan Manusia yang hanya diangka 70, ini sudah menunjukkan jika tingkat ekonomi juga mempengaruhi asupan gizi manusia,” jelasnya.
Maka dalam kesempatan ini Wakil Bupati Gunungkidul berpesan bahwa program ini jadikan sebuah momentum untuk perbaikan dan percepatan dalam mengatasi stunting.
Asteria Heny Widayati, Koordinator Program Manajer Satgas Percepatan Penurunan Stunting DIY menjelaskan berdasarkan data PPDM tindakan preventif tertinggi dilakukan oleh Kapanewon Tepus dan Kapanewon Karangmojo.
Namun dengan tingginya tindakan preventif untuk mencegah stunting ternyata Kapanewon Karangmojo juga tertinggi dalam keluarga beresiko stunting.
“Di Gunungkidul sendiri ada 3 Kapanewon dengan Keluarga beresiko stunting diantaranya Karangmojo, Semanu dan Saptosari, sedangkan untuk yang terendah yakni Panggang, Patuk dan Wonosari,” jelas Heny.

