Kendalikan Harga Bapok dan Inflasi, Pasar Murah Digelar Di Gunungkidul

 [PIC2]

Gunungkidul – Pasar murah kembali digelar Disperindag DIY dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, guna mengendalikan harga bahan pokok (bapok) dan mengendalikan inflasi. Sejumlah 42 ton bapok dijual di pasar murah pada Selasa (7/11) bertempat di Lapangan Gedangrejo belakang Kapanewon Karangmojo, dan Kamis (9/11) bertempat di Pasar Desa Sumber Rejeki, Playen.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro,S.Sos.,MM menyampaikan bahwa harga bapok yang dijual di pasar murah ini lebih rendah dari harga di pasar karena telah disubsidi oleh Pemda DIY berupa bantuan biaya distribusi.

“Masyarakat sangat antusias, kita berharap hal ini menunjukkan daya beli meningkat karena harga bapok yang dijual memang jauh lebih rendah dari harga pasar,” tegas Kelik.

Menurutnya, semua lokasi pelaksanaan Pasar Murah digelar di tempat yang mudah dijangkau sehingga kunjungan masyarakat optimal, baik dari kapanewon lokasi maupun kapanewon-kapanewon terdekat.

Adapun distributor di wilayah DIY yang dilibatkan dalam agenda Pasar Murah antara lain Perum Bulog, Rajawali Nusindo (RNI),PT. Sari Agrotama Persada (Wilmar Group),PT. Goedang Grosir Berdikari, PT. Pangan Sura Makmur, Paguyuban Pedagang Beras, Pasar Tani, dan BM Jogja.
Produk yang dijual antara lain beras,minyak goreng,gula pasir,tepung, dan beberapa produk lain dalam berbagai merk dan kemasan.

Pasar murah masih akan digelar oleh Dinas Perdagangan Kabupaten maupun pada waktu mendatang. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat bisa mengakses pangan dengan harga murah, khususnya mereka yang kurang mampu.