| [PIC2] |
Gunungakidul- Bupati Gunungkidul menghadiri kegiatan Uji Publik Policy Brief “Pengembangan Model Desa Berani Hidup melalui Collaborative Integrative Culture and Economic Approach dalam menanggulangi bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul” yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Ruang Bhumikarta, Kantor Sekretariat daerah Kabupaten Gunungkidul, Senin (6/11/2023).
Susi Selaku Ketua Ketua PKM-RSH UMY menjelaskan dalam sambutannya bahwasannya kegiatan yang produktif pun bisa mengalihkan dari keinginan bunuh diri seseorang,
“Dari aspek kesehatan jiwa, faktor kompleks yang dapat mempengaruhi seseorang bunuh diri yaitu ekonomi dan sosial budaya. tentu ini membutuhkan peran seluruh stakeholder, dan model rekomendasi Desa Berani hidup ini menggunakan pendekatan ekonomi dan budaya lokal yang berbasis wisata mandiri tangguh jiwa raga dan produktif masyarakatnya,” kata Susi.
Susi juga mengatakan, dalam program ini terjalin sinergitas pentahelix yang melibatkan lima stakeholder diatarantaranya Pemerintah, Pengusaha, Mayarakat, Akademisi, dan Media.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh UMY dalam rangka menekan angka bunuh diri di Gunungkidul.
“Harapannyua UMY bisa memberi sumbangsih ke Gunungkidul, memberikan konsultasi ke masyarakat seperti apa, sehingga dapat menekan angka bunuh diri di Gunungkidul,”
Program ini merupakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Riset Sosial Humaniora, PKM adalah program yang bertujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa dalam berbagai bidang, termasuk riset sosial dan humaniora.
Salah satu pendekatan yang inovatif dalam menanggulangi masalah bunuh diri adalah melalui konsep “Model Desa Berani Hidup” yang diimplementasikan mirip dengan desa wisata berbasis kearifan lokal.
Konsep ini melibatkan pendekatan holistik yang memadukan kearifan lokal dengan potensi wisata di wilayah Gunungkidul. Dengan menggabungkan elemen-elemen ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan mental masyarakat dan mengurangi angka bunuh diri.
Dan hadir dalam kegiatan ini beberapa Kepala OPD terkait, Panewu, Lurah dan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TP-KJM).

