[PIC4]
Gunungkidul – Pelantikan Dan Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Ranting Himpunan Tata Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kabupaten Gunungkidul Periode Tahun 2022-2025 dilaksanakan di Joglo Taman Budaya, Selasa (18/01) pagi.
Pelantikan dan Pengukuhan DPC dan Ranting HARPI Melati dilakukan oleh Ketua DPD HARPI Melati Daerah Istimewa Yogyakarta dan Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Gunungkidul berdasarkan Surat Keputusan Ketua DPD HARPI Melati Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor : SKEP/004/K/DPD/M/2021.
Acara pelantikan dibuka dengan menampilkan tarian gambyong dari HARPI Melati Kabupaten Gunungkidul.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Saptoyo, S.Sos. M.Si menyampaikan bahwa HARPI Melati bukan hanya berperan sebagai ahli rias pengantin saja, namun diharapkan dapat menjadi wadah untuk memberdayakan para perias pengantin.
“yang senior bisa mengayomi memimpin agar kemudian para remaja tertarik ikut berkiprah dalam dunia budaya dalam lingkup harpi, dari dinas pendidikan tentu mengapresiasi hal ini dan kami berharap kerjasama terus kita kembangkan terkait dengan beberapa kegiatan di luar sekolah” terangnya
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, C. Agus Mantara, S.IP.,M.M. menyampaikan harapan kepada harpi sebagai duta budaya bisa terus menggencarkan bagaimana menggunakan ageman jaawa jogjakarta tjangkep yang sesuai dengan aturan.
“sudah kami sosialisasikan melalui bimtek yang kami selenggarakan secara rutin setiap tahun dengan peserta berbagai macam komunitas dan pada saatnya akan kami gelorakan lebih kencang lagi untuk bagaimana mengetahui dan memaknai ageman jawa jogjakarta jangkep ini. Saya berharap harpi sebagai duta budaya khususnya di dalam bagaimana merawat terutama wanita dari dalam atau inerbeauty yang kami kemas dalam ngadisawiro kemudian ngadibusono ada perintah khusus bahwa setiap kamis pahing menggunakan ageman jawa jogja tjangkep ini sudah tidak ada lagi yang salah di masyarakat” ungkap Agus Mantara
Eni Prasetiyani selaku Ketua HARPI Melati Gunungkidul menyampaikan bahwa kedepan Harpi akan berkolaborasi dengan dinas terkait untuk terus melestarikan budaya tata rias pengantin yogyakarta.
“karena semakin banyaknya sosmed, tantangan bagi kita dengan pihak terkait untuk pembelajaran tentang tata cara penggunaan gagrak ayu yogyakarta yang baku yang tidak menyalahi aturan. Harapan kita kita akan bisa paling ndak perias yang ada di gunungkidul terwadahi, kompetensinya semakin meningkat, dan dengan adanya organisasi ini mereka bisa menambah kemampuan kompetensi dan silaturahmi tetap terjalin” terang Eni
Dalam berjalannya waktu, tren tata rias pengantin mengalami banyak perkembangan dan perubahan seuai dengan kemajuan jaman. Maka dari itu Ketua Tim Penggerak PKK Gunungkidul Hj. Diah Purwanti Sunaryanta menyampaikan harapannya kepada pengurus Harpi melati untuk terus berinovasi sesuai dengan kemajuan jaman namun tetap melestarikan budaya dan tradisi daerah.
“ini adalah mengangkat budaya jawa khususnya rias pengantin, harapan saya kedepan semoga harpi melati gunungkidul tetap pakem menggunakan adat istiadat kebudayaan jawa walaupun MUA atau perias modern sudah ada di kabupaten gunungkidul, tentunya tidak menyurut semangat untuk tetap membudayakan budaya jawa” terang Diah Sunaryanta
| [PIC1] |
Tari Batik Walang yang diciptakan oleh ibu Susi Feriyanti dari Sanggar Tari Guyub Rukun dan light dance juga turut memeriahkan acara tersebut. Ketua Tim Penggerak PKK Gunungkidul Hj. Diah Purwanti Sunaryanta pun tak segan untuk ikut serta dalam tarian tersebut.
Kegiatan ini ditutup dengan demo tata rias pengantin putri Yogyakarta Kasatrian Ageng dan Kasatrian Ageng Selikuran yang dibawakan oleh Mamuk Romadhona sebagai Make Up artist asal Yogyakarta yang bekerja sama dengan brand makeup lokal INEZ Comestic.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Gunungkidul, Ketua DPD HARPI Daerah Istimewah Yogyakarta, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Gunungkidul, Kepala Dinas Kebudayaan kabupaten Gunungkidul, Ketua DPC HARPI Gunungkidul, Ketua BPY Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Keluarga besar HARPI Melati kabupaten Gunungkidul.

