| [PIC1] |
Gunungkidul – Bupati H.Sunaryanta meresmikan beberapa proyek infrastruktur dana APBD Gunungkidul tahun anggaran 2021 di Kapanewon Gedangsari, Semin, Rongkop, dan Girisubo Kamis (20/1).
Tiga infrastruktur yang di resmikan meliputi jembatan Rerjosari Serut III Kapanewon Gedangsari senilai 2 milyar lebih.
Reservoir dan irigasi pertanian senilai 3,4 Milyar serta pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah senilai 2,7 M untuk 3 kalurahan di 2 Kapanewon. Pembangunan fisik infrastruktur merupakan program pemerintah dalam pemerataan pembangunan demi mendorong terwujudnya masyarakat sejahtera dan akselerasi program visi misi bupati.
Selesainya pembangunan jembatan Serut di harapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sehingga secara tidak langsung mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi Masyarakat, demikian juga dengan selesainya pembangunan reservoir mampu meningkatkan luasan tanam lahan pertanian sehingga mampu meningkatkan produktifitas pertanian. Sedangkan layanan sambungan rumah akan memberikan kemudahan masyarakat dalam mengakses pememenuhan kebutuhan air bersih.
Kepala Dinas PUPR Drs. Irawan Jatmiko, M.Si mengatakan bahwa alokasi anggaran pebangunan tiga infrastruktur ini mencapai 8 milyar rupiah lebih. Pembangunan jembatan Rejosari Serut III menggunakan anggaran APBD dengan nilai 2 milyar lebih, untuk pembangunan struktur jembatan dengan panjang 7,5 dan lebar 3 meter, serta normalisasi jalan sepanjang 400 m, pembuatan talud 300 meter saluran irigasi 200 meter.
Sementara untuk Pembangunan resirvoir di Karangsari Kapanewon Semin dengan biaya APBD senilai Rp. 3,4 Milyar lebih untuk pembangunan sarana fisik resirvoir ukuran 9 x 6x 3 m dan jaringam perpipaan sepanjang 2250 m,pembangunan rumah genset dan genset 40 KVA.
“Untuk program infrastruktur pengembangan jaringan air minum menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp. 2.7 M untuk pembangunan sarana sumur bor yang berlokasi di Kalurahan Pucung dengan daya 82 KVA serta pembangunan pompa, bak boster, dan untuk SR perpipaan sepanjang 7240 m sejumlah 500 unit SR meliputi Kalurahan Bohol 173 SR, Kalurahan Tileng 173 SR dan di Kaluragan Pucung 154 SR” terang Irawan
Bupati Sunaryanta menyampaikan pembangunan infrastruktur tidak serta merta dilakukan secara instan tetapi secara bertahap dan membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga dalam pembangunan infrastruktur di butuhkan skala prioritas, namun dalam program pembangunan ini untuk program infrastruktur dapat di arahkan melalui dana BKK. Dalam pengembangan wilayah, generasi muda untuk terus aktif dan di gerakan penguatan di sektor ekonomi dan pengembangam potensi di setiap wilayah masing-masing,
Pembangunan berbagai sara fisik ini harapanya berdampak pada manfaat yang dirasakan secara langsung kepada masyarakat seperti jembatan dan jalan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, reservoir dalam pemenuhan kebutuhan air pertanian di saat musim kemarau dan mampu menyuplai kebutuhan air pada lahan pertanian yang lebih luas, maupun pemenuhan kebutuhan air bersih yang lebih mudah, sehingga akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam arahanya Bupati menyampaikan bahwa di kalurahan bohol saat meresmikan pengembangan saluran sarana air bersih mengatakan jika kebutuhan air bersih telah tercukupi kepada masyarakat maka dapat di alihkan kepada sector pertanian lahan kering.
“Kalo kebutuhan air baku sudah terpenehui dapat di geser ke optimasi lahan kering, sehingga dengan itu dapat menjadikan perubahan sektornpertanian”. Kata Bupati [PIC2]
Lurah Serut Sugiyanto menyampaikan bahwa pembangunan jembatan serut menjadi harapan baru bagi masyarakat Jalan Rejosari. Hal tersebut merupakan jalan vital penghubung perbatasan klaten, dengan di bangunya jembatan dan normalisasi jalan akan memberi dampak kelancaran mobilitas masyarakat. Sehingga kedepanya dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Di luar itu jalan perbatasan serut yang masih berstatus jalan desa belum mapu mendapatkan prioritas pembangunan karena kendala anggaran,harapanya ada kebijakan menjadi jalan kabupaten” terang Sugiyanto
Sementara Lurah Pakel Karangsari Semin Supriyana menyampaikan bahwa Peresmian pembangunan reservoir dan jaringan irigasi patut disyukuri bagi masyarakat khususnya petani sebab dengan dengan beroperasinya resivoir dan irigasi ini mampu mengairi lahan seluas 42 hektar yang sebelumnya hanya 2 hektar. Selain itu sedimentasi telaga menjadi kendala tersendiri yang bila tidak dilakukan normalisai pengerukan akan mengurangi debit air.
“reservoir dengan daya grafitisai mampu mencuupi air untuk sawah di 3 dusun , sehingga sebelumnya hanya bisa 1 kali panen kini menjadi 2 kali panen” kata Supriyana
Ditempat terpisah Lurah Bohol Margana mengaku bersyukur dengan program pemerintah dalam Pengembangan spam kalurahan Bohol, Tileng dan Pucung melalui dana alokasi khusus bidang air minum.
“Setidaknya sekarang lebih mudah dalam pemenuhan air baku bagi masyarakat, dengam Spam yang dapat mengalir selama 24 jam ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat meski belum sepenuhnya merata. Yang pasti harapanya akan meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan masyarakat, terlebih disaat musim kemarau, akunya.” terang Margana
Meski di wilayahnya tidak terdapat potensi pariwisata namun masyarakat optimis dapat mewujudkan potensi lain seperti desa atau kalurahan wisata maupun kuliner, sehingga masyarakatnya tidak hanya menjadi penonton.
Dalam peresmian tiga infrasruktur sumber dana APBD dan BKK ini di tandai dengan pemotongan pita dan penandatangan prasasti serta peninjauan proyek infrastruktur
Hadir dalam acara peresmian infrastruktur ini Bupati H.Sunaryanta, ketua Komisi C DPRD Demas Kursiswanto, AM.d, Kapala BBWA Serayu Opak YogyaKarta, Kepala DPUPRKP Drs. Irawan Jatmiko, M.Si, Kepala Dinas Pertanian Rismiyadi, SP., M.Si, Sekertaris Dinas Kominfo Gunungkidul, Joko Hardiyanto , Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Dinas Kominfo Gunungkidul, Asar Janjang Riyanti, Kepala Seksi Humas Diskominfo Gunungkidul, Panewu Gedangsari, Panewu Semin, Panewu Girisubo, Pnewu Rongkop, para Lurah, Tokoh Masyarakat.

