Gunungkidul – Gedung Puskesmas Saptosari yang rampung di bangun di Kalurahan Kepek di resmikan Bupati H.Sunaryanta, Kamis (31/3).
Bangunan gedung megah Puskesmas Saptosari relokasi dari tempat sebelumnya yang menempat di kalurahan jetis, di pindah akibat terdampak pembangunan infrastruktur jalan program nasional JJLS.
“Melihat bangunan lama tidak memenuhi syarat sebagai fasilitas kesehatan sesuai permenkes, selain juga karena terdampak pembangunan JJLS” terang Dewi.
| [PIC3] |
Gedung yang di bangun dengan Anggaran dari alokasi DAK senilai 5,6 Milyar, dengan luas bangunan 1000 m2 dibangun di atas tanah seluas 3200 m2.
” Selesainya pembangunan gedung puskesmas sudah cukup baik untuk menunjang pelayanan standar” tambahnya.
Selain itu dewi juga menyampaikan saat ini sedang dalam tahap akreditasi, sehingga dengan adanya gedung ini menjadi pendukung penilaian survei akreditasi yang selama pandemi ada kelonggaran akreditasi Puskesmas mundur.
Biasanya akreditas dilakukan setiap 3 tahun sekali dan tahun ini baru saja mendapat surat edaran kemenkes maksimal di bulan Februari hingga Maret 2023 sudah terkareditasi.
Saat ini di Gunungkidul terdapat 30 puskesmas yang sudah terakreditasi dan dilakukan reakreditasi setiap tahunnya.
Pentingnya melakukan akreditasi ini, jika tidak di akreditasi akan terputus dengan BPJS. Sehingga kedepan pasti akan memberatkan karena biaya akreditasi sangat mahal.
Dengan gedung baru ini tentu akan menambah semangat dan berharap pelayanan langsung di dalam gedung semakin meningkat dan memberikan rasa aman dan nyaman.
Menjadikan satu kebanggan di Saptosari sebagai layanan kesehatan milik pemerintah dan puskesmas lain masih menunggu giliran untuk mendapat gedung bagus dan megah.
Kepada karyawan akan lebih dekat dengan masyarakat, pandemi masih berlangsung meski gelombang 3 sudah terlewat namun berharap kepada semua di jajaran petugas kesehatan tidak lengah dan menjadi contoh menjaga dan mengawal prokes sebagai upaya mencegah pandemi.
Saat ini masih buntuh sinergi seluruh stakeholder dalam menggerakkan mengedukasi masyarakat dan pemanfaatan faskes dan pelaksanaan vaksin.
Sementara itu Bupati H.Sunaryanta dalam arahannya menyampaikan secara singkat masih di butuhkan peran dan kerja keras dari seluruh insan kesehatan dan seluruh stakeholder dalam mewujudkan masyarakat sehat. Dengan keberadaan 30 puskesmas yang terakreditasi namun masih balum maksimal, sehingga dalam layanan kesehatan masih di butuhkan trauma center, upaya ini bisa dilakukan dan di mungkinkan kerjasama dari pihak swasta.
Bupati juga menyinggung perihal keluhan tenaga kesehatan yang di tempatkan terlalu jauh dari kediamannya hal ini juga menjadi sebuah pertimbangan dalam penataan pegawai selanjutnya, Pungkasnya.[PIC2]
Simbolis peresmian di tandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita di lanjutkan mengunjungi fasilitas kesehatan .
Bupati juga berkesempatan melakukan pengukuran tensi dengan menggunakan alat digital.
Hadir dalam peresmian tersebut Bupati H.Sunaryanta, Staff Ahli, Asisten Bupati, Kepala Dinas Kesehatan dr.Dewi Irawati, M.Kes., Kepala Bappeda Saptoyo, S.Sos, Anggota DPRD Gunungkidul, Kepala Perangkat daerah.