Gunungkidul – Rakernas Pembangunan pertanian tahun 2021 Kementerian Pertanian Republik Indonesia dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo yang diselenggarakan melalui videoconvrence , Senin (11/1) di hadiri Bupati Gunungkidul Hj. Badingah S.Sos.
Dimasa pandemic sector pertanian yang menduduki posisi sentral, dengan jumlah penduduk yang mencapai 270 juta jiwa maka pengelolaan pertanian Negara harus dijalankan dengan baik dan lebih serius dengan berbagai cara seperti peningkatan skala ekonomi serta penerapan teknologi pertanian.[PIC1]
Penerapan teknologi menjadi penting dalam menekan biayay produksi sehingga akan lebih efisien hasil pertanian dari petani dapat lebih kompetitif dalam harga jual.
Disampaikan Presiden Jokowidodo pembangunan pertanian masa kini tidak lagi bisa dilakukan degan cara konvensional. Yang dibutuhkan oleh Negara kita ialah sebuah kawasan pertanian berskala ekonomi besar , termasuk salah satunya lumbung pangan baru.
Sementara itu Bupati Hj. Badingah, S.Sos menyampaikan pertanian gunungkidul mengalami surplus dan serapan pupuk yang semakin memenuhi kebutuhan masyarakat. Lebih detail dijelaskan bupati bahwa pertanian gunungkidul yang hampir 92% merupakan lahan tadah hujan namun masih mampu melaksanakan sector pertanian dengan baik dan hasil yang meningkat, dengan beberapa komoditas yang surplus, meski ada satu komoditas yang minus berupa kedelai.
Bantuan pemerintah busat dari kementerian pertanian berupa bantuan benih dan pengembangan infrastruktur di nilai sangat bermanfaat dan membantu petani.[PIC2]
Pencapaian produksi tanaman pangan komoditas Pajale pada tahun 2020 untuk produksi beras di kabupaten Gunungkidul dengan luas panen 54.949 hektar mampu memproduksi 291.772 ton dengan konversi 183.254 ton di kurangi kebutuhan masyarakat sejumlah 62.254 ton mengalami surplus dengan selisih 121.584 ton. Smentara untuk produktifitas jagung mengalami surplus 274.643 ton, produktifitas Ubi kayu surplus 1.001.629 ton
Smentara untuk produktifitas kedelai mengalami minus dengan hitungan luas lahan 3.775 hektar profitas 12.59 mampu berproduksi 4.753 ton sementara kebutuhan kedelai masyarakat mencapai 15.172 ton, sehingga di masyarakat masih kekurangan 10.419 ton
Alokasi dan distribusi pupuk bersubsidi di Gunungkidul telah mengalami peningkatan dari tahun 2019 ke tahun 2021, dengan demikian semakin memenuhi kebutuhan pupuk masyarakat.
Hadir mendapingi Bupati Hj. Badingah, S.Sos dalam Rakernas tersebut kepala Bappeda Sri Suhartanta, SIP, M.Si, Kepala Dinas pertanian dan Pangan Ir. Bambang Wisnubroto, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hermawan Yustianto, SE, M.Si, Sekdin Pertanian Harjono.

