Sarasehan Jamasan Tosaji Sebagai Upaya Pelestarian Warisan Nenek Moyang dan Budaya.

Gunungkidul – Sarasehan tosan aji Kundha Kabudayan Gunungkidul di selenggarakan di Balai Dusun Seneng, Siraman Wonosari atau lebih dikenal dengan nama pasar kawak, Sabtu (18/9). Kegiatan tersebut di hadiri Wakil Bupati Heri Susanto, S.Kom., M.Si.

Kegiatan yang di ikuti oleh masyarakat umum serta generasi muda menyampaikan tentang tosan aji, makna dan simbol keris yang disampaikan pakar yang memang mengerti tentang tosan aji.

Dipilihnya Balai dusun seneng tak lepas dari nilai sejarah Karena tempat tersebut menjadi cikal bakal pasar perama sebelum Wonosari di buka dan dikenal dengan pasar lawas (pasar kawak).

Disampaikan Kabid Tata Nilai Budaya Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Agus Budi Sulistyo, S.IP., MM ,kegiatan ini sepenuhnya di danai dana keistimewaan dengan fasilitas bagi peserta dan bertujuan memberikan edukasi serta informasi upaya pelestarian warisan nenek moyang dan budaya.

[PIC1]

Acara tersebut juga mendapatkan kehormatan dengan hadirnya Wakil. Bupati Heri Susanto, S.Kom., M.Si
Beberapa hal pokok yang disampaikan wakil bupati di depan para hadirin meliputi nilai sejarah yang patut di jaga dan dilestarikan, tempat yang di gunakan pun  merupakan cikal bakal adanya pasar di Gunungkidul sebelum di pindahkan di pasar Argosari.

“kegiatan sarasehan tosan aji merupakan upaya pemerintah dalam rangka memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat nilai nilai budaya dan tradisi sebagai bentuk upaya melestarikan tradisi dan merawat warisan luhur, dan dapat dijadikan program rutin tahunan selanjutnya , saya juga berharap di dusun seneng masyarakat menjadi bagian penting dalam rangka mensukseskan program vaksinasi” ungkap Wakil Bupati

Hadir dalam acara tersebut Lurah siraman Damiyo yang mengucapkan terimakasih dengan kehadiran wakil bupati semoga menjadi penyemangat masyarakat siraman.