Gunungkidul – Dalam rangka melestarikan kebudayaan jawa, dilaksanakan upacara adat Merti Kali di kawasan wisata Trukan Park View ,Dusun Semanu Tengah, Minggu (17/10)
Upacara adat tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Heri Susanto dan Perwakilan Tim Monev Dinas Kebudayaan DIY.
Merti kali merupakan wujud syukur dari warga masyarakat karena dengan adanya sungai tersebut telah menopang kebutuhan air di masa belum adanya PDAM sampai saat ini. Meskipun perlahan air sungai tidak dimanfaatkan kembali namun upaya nguri uri atau melestarikan adat tesebut masih berlangsung hingga saat ini. Upacara adat tersebut diselenggarakan sejak tahun 2019 namun, karena adanya pandemi Covid 19, di tahun 2020 ditiadakan dan ada kembali di tahun 2021 ini. Adapun kegiatan ini diselenggarakan dengan fasilitas dari Dana Istimewa Dinas Kebudayaan DIY. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Upacara Merti Kali, Dian Agus Yulianto.
[PIC1]
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Heri Susanto menyampaikan bahwa potensi sumber air di sungai trukan cukup representatif untuk dijadikan wisata religi, sekaligus bisa dijadikan wisata susur sungai dan nantinya kawasan ini bisa dibendung, dijadikan air mancur dan diadakan pentas seni setiap malam minggu.
“Saya mengapresiasi setinggi tingginya sekaligus ucapan terimakasih atas agenda hari ini bahwa ternyata diantara hiruk pikuknya warga masyarakat gunungkidul, di kali yang luar biasa ini, cukup bagus dan cukup representatif untuk dijadikan wisata religi, sekaligus bisa dijadikan wisata susur sungai cukup menarik saya pikir nanti bisa dikoordinasikan dengan teman2 di dinas kebudayaan untuk meningkatkan bagaimana potensi sumber air yang ada ini bisa dikelola dengan baik ,dari pemikiran saya ini nantinya kawasan ini bisa dibendung, dijadikan air mancur , bila perlu kalau malem minggu ada pentas seni disini saya pikir ini sangat menarik sekali” ungkap Wakil Bupati
Upacara ini diawali dengan Kirab Budaya dari Masjid Dusun Ngringin sampai wisata Trukan View , kemudian pentas tari puji astuti, pasrah pinampi ambegan dilanjutkan prosesi upacara adat ,kesenian selingan, kembul bujono dan hiburan tayub.
Harapannya kedepan, dengan adanya upacara adat ini sungai trukan bisa menjadi wisata air sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

