Gnungkidul – Bupati Hj. Badingah, S.Sos membuka Konsultasi Publik rancangan awal RKPD tahun 2022 secara virtual, Kamis (21/1) di Kediaman Rumah Dinas Bupati. Salah satu tahapan dalam pelaksanaan perencanaan, Pengedalian dan evaluasi pembangunan daerah dalam penyusunan RKPD.[PIC2]
Bupati Gunungkidul dalam aranhanya menyampaikan meskipun saat ini, kita menjelang memasuki masa transisi kepemimpinan daerah, namun Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD merupakan tahapanyang harus dilalui dalam proses penyusunan RKPD sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.Forum Konsultasi inimerupakan media untuk menjaring, menghimpun aspirasi, harapan dan usulan para pemangku kepentingan pada tahap awal penyusunan RKPD, berkaitan dengan arah, prioritasdan sasaran pembangunan tahun 2022. Mengingat nilai strategis RKPD yang menjadi bagian dari pencapaian visi dan misi pimpinan daerah, maka saya berharap seluruh peserta,agar mempelajari beberapa komponen visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati sehingga dapat diakomodasikan dalam rancangan awal RKPD Tahun 2022.
Dalam komponen Visi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, kita bisa mencermati bahwa pembangunan pariwisata masih sangat diharapkan sebagai menggerakkan utama dinamika perekonomian daerah. Dinamisasi atau pergerakan antar sektor pembangunan membutuhkan sinergi dan integrasi yang lebih solid, dengan pariwisata sebagai motor utama, karena sektor ini telah menjadi sektor yang mampu memberikan multiple effect yang sangat positif bagi pembangunan daerah.
“Maka dari itu, harus dirancang dengan sungguh-sungguh dan implementatif, bagaimana agar sektor-sektor seperti ; pertanian dalam arti luas, industri, perdagangan, perikanan dan kelautan, serta sektor jasa pendukung pariwisata, dapat turut bergerak dinamis bersama sektor pariwisata, sehingga dampak positif dari perkembangan sektor pariwisata dapat dirasakan lebih besar dan merata. Lebih dari itu, kita berharap dinamika sektor-sektor pembangunan akan berkelanjutan, sehingga secara simultan akan menurunkan tingkat kemiskinan seiring meningkatnya pendapatan masyarakat dan terbukanya kesempatan kerja dan berusaha di Kabupaten Gunungkidul” kata Hj. Badingah.
Lebih lanjut bupati menambahkan harus diakui bahwa permasalahan yang harus diselesaikan dan potensi yang harus dikembangkan di Kabupaten Gunungkidul masih cukup melimpah, namun kemampuan keuangan daerah masih sangat terbatas. Untuk itu harus diupayakan peluang pembiayaan non APBD maupun mengoptimalkan pemanfaatan CSR dari BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta melalui sinkronisasi kegiatan CSR dengan program dan kegiatan pembangunan daerah. Perlu juga mulai dipikirkan untuk mencari peluang pembiayaan lain seperti kerjasama antara pemerintah dengan swasta melalui skema kerjasama yang saling menguntungkan. [PIC1]
Hadir dalam virtual tersebut Sekretaris Daerah Ir. Drajad Ruswandono, MT yang memaparkan kebijakan umum bupati gunungkidul tahun 2022, Ketua DPRD Gunungkidul dengan penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD kabupaten Gunungkidul, Kepala Bappeda Sri Suhartanta, SIP, M.Si, dan akademisi Dr. Elan Satriawan, M.Ec.

