Gunungkidul – Groundbreaking Pembangunan Air Baku Sungai Bawah Tanah (SBT) oleh Bupati H. Sunaryanta dilaksanakan di Purwosari, Rabu (28/04)
Jika masuk musim kemarau,Kapanewon Purwosari menjadi daerah rawan kekeringan,kesediaan air hanya bertahan 3 bulan. Dalam hal ini disampaikan oleh Panewu Purwosari, Purwono M.Si
“Harapan kami dengan air baku sungai bawah tanah ini kesejahteraan masyarakat bisa terangkat, sungai bawah tanah yg potensial ini merupakan harapan terakhir dari masyarakat purwosari agar tidak kekeringan lagi”
Pembangunan Air baku sungai bawah tanah atau SBT disediakan dengan kapasitas 17 liter/ detik dengan 4 buah bak penampung dengan kapasitas masing-masing 100 m3. Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Besar Sungai Serayu Opak, Dr. Dwi Purwantoro ST.MT bahwa standar nasional Indonesia rata-rata kebutuhan air baku 110 liter/hari/orang.
“Standar nasional indonesia rata2 kebutuhan air baku 110 liter/hari/orang
Sehingga dengan 17 liter/detik dapat mencukupi kurang lebih 13362 orang
Sehingga dengan dibangunnya SBT ini masyarakat sekitar akan tercukupi”
Pekerjaan ini akan dilakukan kurang lebih 8 bulan. Akhir bulan November atau di awal bulan Desember sudah bisa kami serahkan fisik manuvernya.
Dalam kesempatan ini Bupati H. Sunaryanta menyampaikan bahwa pembangunan ini sesuai visi misinya untuk memperjuangkan kebutuhan air di wilayah Selatan.
“Mudah mudahan pelan-pelan dari pembangunan di kawasan bekah ini bisa mengairi di wilayah selatan yang notabennya masih kekurangan air nanti semua akan terwujud,kami atas nama pemerintah daerah bersedia 24 jam untuk berkoordinasi” jelasnya
Groundbreaking pembanginan air baku sungai bawah tanah diakhiri dengan Simbolis Penimbunan pipa oleh Bupati H. Sunaryanta dan jajarannya.

