Angin Segar Untuk Gunungkidul, di Tahun 2022 Kementerian PUPR Siap Menyediakan WTP 200 liter/detik

[PIC1]

Gunungkidul – Kunjungan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ke Kabupaten Gunungkidul pada Kamis, tanggal 23/12/2021 yang lalu membawa angin segar terhadap upaya pemenuhan kebutuhan air minum di Kabupaten Gunungkidul. Disamping mengoptimalkan idle capacity di Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah (SAB SBT) Seropan, juga untuk meningkatkan K3 (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas) penyediaan air minum. Sebagaimana diketahui bahwa debit SAB SBT Seropan mencapai 950 liter per detik baru termanfaatkan sekitar 175 liter per detik dengan kapasitas Water Treatment Plant (WTP) sekitar 75 liter per detik. Hal ini mengakibatkan pelayanan air minum kepada masyarakat kurang optimal. Terbatasnya kuantitas air minum mengakibatkan cakupan layanan terbatas, sehingga sebagian pelanggan tidak dapat dilayani 24 jam (Kontinuitas kurang). Sedangkan masalah menahun yang sampai saat ini belum dapat diatasi adalah tentang kondisi air keruh di musim hujan (Kualitas) karena kurangnya kapasitas WTP, sehingga pelayanan harus dihentikan apabila terjadi banjir di sungai bawah tanah.

Kondisi ini  disampaikan oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta kepada Menteri PUPR yang didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) Dwi Purwantoro ketika meninjau secara langsung Goa Seropan. Menteri PUPR dengan antusias menyusuri goa sepanjang 350 meter dengan kedalaman 60 meter dibawah permukaan tanah yang kondisinya sangat gelap. Ikut mendampingi Bupati Gunungkidul Anggota TBUP3 Bambang Riyanto dan Kepala DPUPRKP Irawan Jatmiko.

Setelah mengetahui potensi Seropan ini Menteri PUPR menyampaikan kepada Bupati Gunungkidul akan membantu menyelesaikan permasalahan air di Gunungkidul.

Tidak disangka, janji Menteri PUPR tersebut sangat cepat ditindaklanjuti. Pada hari Jumat, 24 Desember 2021 Kepala BBWS SO melalui panggilan telepon kepada Anggota TBUP3 mengonfirmasi bahwa Kementerian PUPR mengakomodir permohonan Bupati Gunungkidul untuk penyediaan WTP 200 liter per detik pada Tahun Anggaran 2022. Adapun berdasarkan Detail Engineering design (DED)yang disusun PDAM Tirta Handayani, nilai WTP ini mencapai 60 M. Bapak Menteri berpesan agar WTP ini dimanfaatkan dengan baik. 

 [PIC2]