Gunungkidul – Bupati H.Sunaryanta didampingi Kadis Pertanian dan Pangan Ir. Bambang Wisnubroto serta Kadis Kominfo Kelik Yuniantoro, S.Sos, MM mengunjungi 3 lokasi usaha peternakan rakyat di Kapanewon Wonosari dan Kapanewon Playen, Selasa (11/5).PIC1]
Peternakan sapi SRJ yang berada di Desa Siraman menjadi lokasi kunjungan pertama Bupati.
Dipeternakan ini jenis sapi yang di pelihara adalah jenis simental dan limosin serta kambing etawa yang di kelola Rubiyono dengan jumlah ternak yang dikelola hampir ratusan ekor.
Dalam perbincangan antara bupati H Sunaryanta dengan pengelola terungkap bahwa harapnya dapat menjadi sentra ternak dan di bangun mall daging untuk pemenuhan kebutuhan daging di Gunungkidul dan wilayah lainya. [PIC2]
Untuk kebutuhan pakan pun tidak menemui kendala karena terdapatnya sungai yang tidak pernah kering sehingga dapat mencukupi suplai air dalam pengelolaan lahan yang difungsikan dalam menyediakan hijauan pakan ternak (HPT).
Masih diwilayah Kalurahan Siraman selanjutnya Bupati dan Rombongan mengunjungi sentra ternak ayam petelur jenis omega milik Jhon lourba farm yang mengelola lebih dari 6000 ekor ayam petelur, 2700 ekor diantaranya merupakan penghasil telur Omega.
Dalam pengelolaan ternak ini pada awal rintisan melibatkan pemberdayaan masyarakat namun belum dapat maksimal, sehinga pengelolaan dilaksanakan secara mandiri terang Jhon lourba.
“Kunci pemberdayaan masyarakat berada pada pasar” kata Bupati
jika serapan pasar baik maka dirinya yakin masyarakat juga akan melakukan hal usaha yang sama. tetapi karena serapan pasar yang kurang masyarakat tentu tidak mau jika hanya memelihara sedangkan dari hasil produksi tersebut tidak dapat melempar ke pasar. [PIC3]
Untuk itu bagaimana serapan pasar bisa berjalan dengan baik, maka pemerintah daerah akan terus mengintervensi.
Sementara itu dalam kunjungan di kelompok peternak sapi andinimulyo Sawahan I Bleberan Playen, Bupati H.Sunaryanta berharap keberadaan peternak ini dapat terus berlangsung dengan baik sehingga akan berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat dan bagian dari program.pemerintah dalam penanganan ekonomi nasional.
Selain hal itu pemberdayaan dan pengelolaan hasil ternak memiliki manfaat lain dengan berbagai inovasi yang ada seperti pembuatan pupuk dan lainya.
Ketua kelompok ternak Sugiyarto mengatakan kelompok yang diawali pada tahun 2012 sebagai upaya penyelamatan ternak sapi kerbau jenis peranakan ongol (PO) atau sapi lokal dapat berlangsung sampai saat ini, atas peran dan dukungan pemerintah daerah dan pendampingan dinas pertanian.
Sampai saat ini telah berkembang sebanyak 91 ekor sapi dan telah berhasil menjual peranakan dari indukan lebih dari 200 ekor.
Pada kesempatan tersebut bupati secara simbolis memberikan suntikan vitamin di salah satu ekor sapi.

