Gunungkidul – Bupati H.Sunaryanta panen perdana bawang merah dan kedelai di Kapanewon Tanjungsari, Kamis (29/4)
Diawali dengan melakukan panen kedelai pada musim kedua atau musim marengan bersama kelompok tani mikeneal tunas inti yang ada di lahan bulak lodoyong kemadang tanjungsari.
Pada panen kedelai ini provitas produksi mencapai rata-rata 1,5 ton kedelai perhektar. [PIC1]
Dilanjutkan dengan panen bawang merah bersama kelompok tani sedyo rukun di lahan bulak Pace. Yang untuk menuju lokasi yang cukup jauh dan melintasi Medan terjal bupati mengendarai kendaraan JIP yang disediakan panitia.
Potensi pertanian Gunungkidul yang patut dikembangkan dengan strategi dan inovasi sehingga tumbuh petani milenial yang di harapakna tetap tumbuh dan berkembang
Ir. Sugeng Purwanto kepala dinas pertanian DIY mengatakan petani menjadi sosok pahlawan untuk pangan kehidupan pengembangan ekonomi masyarakat yang patut di apresiasi.
“Wilayah kabupaten Gunungkidul dengan kondidi lahan pertanian yang rentan air namun masih dapat berkembang baik, kebutuhan air dapat di atasi pemanfaatan pompa” jelasnya
Dengan sektor pertanian Gunungkidul ini semoga dapat membawa kesejahteraan masyarakat dan mengangkat pertanian kabupaten maupun propinsi
Petani memiliki peran penting di saat kondisi covid-19 petanilah yang berjaya untuk pemenuhan kebutuhan pangan.
Sehingga sepatutnya sektor pertanian mendapatkan perhatian khusus dari kementerian pertanian. Hal tersebut disampaikan Direktur AKABI kemeterian pertanian RI.[PIC4]
Untuk produktifitas kedelai “pesan menteri terus kita dorong dan kita galakan” kata direktur.
Kebutuhan kedelai secara nasional mencapai 3 juta ton yang di penuhi dalam negeri hanya kisaran10-20 % selebihnya di penuhi import.
Melihat kondisi geografis Gunungkidul yang memiliki tanah subur sangat potensial di kembangkan. Mengingat hasil produksi Nasional provitas 1,5 ton per hektar.
Sedangkan di Gunungkidul profitasnya mencapai 1,9 ton perhektar diatas rata rata.
Pemerintah akan mensuport dalam pengembangan pertanian produktifitas kedelai, harapanya dapat mengurangi import kedelai. Dan kabupaten Gunungkidul menjadi sentar pembenihan kedelai.
| [PIC2] |
Sementara itu Bupati H.Sunaryanta dalam sambutanya mengapresiasi petani Gunungkidul yang mampu bertahan dalam membangun dan mengembangkan sektor pertanian terlebih dengan hadirnya petani-petani muda.
“Semoga dengan adanya petani milieal dapat menciptakan pertumbuhan pertanian dan keberlanjutan petani karena melihat potensi pertanian di Gunungkidul yang sangat besar” ungkapnya
Di wilayah Selatan dengan Kawasan pariwisata harapanya untuk tidak di kluster total namun dapat di imbangi dengan pertanian.
“Untuk itu perlu ada pelatihan, pendampingan, dan pangsa pasar yang berkelanjutan, hal ini menjadi penting, jangan sampai selesainya pelatihan pendampingan selanjutnya juga bubar” tambah Bupati
Dengan melihat kondisi saat ini yang telah di berikan suport, pelatihan, pendampingan hingga serapan pasar menjadi sangat potensia terus di kembangkan.
Berbeda pada jaman dahulu para petani males karena serapan pasar tidak ada dan hasil jual yang murah
Di akhir sambutanya Bupati H.Sunaryanta berharap apa yang dilakukan petani saat ini dapat bertahan.
Keprihatinan Bupati Dengan kondisi saat ini tanah-tanah di sisi selatan sudah banyak yang terjual kepihak lain. dengan menyadari dan melihat potensi ini menyadarkan masyarakat untuk tidak men kahan- lahan lagi.
“Pariwisat dan pertanian akan simultan dalam membangun Kabupaten Gunungkidul”. Mengakhiri sambutanya
selanjutnya sebagai bentuk suport pemerintah daerah kepada petani Bupati H. Sunaryanta secara simbolis menyerahkan bibit Bawang merah kepada perwakilan Kelompok tani.[PIC5]
Hadir dalam acara tersebut Bupati H.Sunaryanta, Kepala Dinas Pertanian DIY, Direktur AKABI kementerian pertanian RI, Kepala Dinas Pertanian GK, Ir. Bambang wisubroto, Kepala Dinas Kominfo Kelik Yuniantoro, S.Sos, MM, Panewu Tanjungsari Rakhmadian Wijayanto da kelopok tani kedelai maupun bawang merah.

