Gunungkidul – Potensi sumber air bawah tanah di Kabupaten Gunungkidul begitu sangat melimpah namun belum mampu di maksimalkan pemanfaatannya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Gunungkidul. [PIC1]
Layanan kebutuhan dasar masyarakat harus terus di upayakan sebagai bagian menjawab tantangan disaat musim kemarau.
Jumat (21/5) Bupati H.Sunaryanta monitoring 2 lokasi reserfoir air dan lokasi yang di proyeksikan sebagai pengolahan air di Kapanewon Tanjungsari dan Kapanewon Saptosari sebagai upaya peningkatan layanan air sambungan rumah tangga.
Sumber air Ngobaran yang memiliki debit air 100 l/dt lebih tersebut saat ini baru dapat di manfaatkan 50 l/dt. Sementara sambungan rakyat setiap tahun meningkat. Upaya pemerintah daerah akan mengembangkan infrastruktur bernilai puluhan milyar untuk pengangkatan sumber air bawah tanah.
“Pengembangan proyek sumber air ini tidak serta merta namun secara bertahap” terang bupati [PIC3]
Bupatipun berharap melihat potensi air di goa Ngobaran ini optimis nantinya dapat memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat setelah dapat dinaikan debitnya menjadi 100 liter perdetik.
Sidig dari PDAM resirfoir air Baron dengan debit saat ini melayani sambungan rumah untuk kapanewon Saptosari, tanjungsari, Panggang dan Paliyan.
Sementara dalam rencana pembangunan resirfoir baru di lokasi sisi timur yang tidak jauh dari pantai baron dengan peningkatan debit 50 liter perdetik untuk layanan sumber air di wilayah Kapanewon Tepus.
Peningkatan pertahun SR yang mencapai 1000 lebih juga menjadi alasan kuat pemerintah daerah terus berupaya mengatasi permasalahn air. Terang Sri Suhartanta Kepala BAPPEDA Gunungkidul di sela mendampingi Bupati.

