Demi kemanusiaan, Bupati Sunaryanta Dorong Selesaikan Masalah Jasa Pelayanan RSUD Wonosari

Gunungkidul – Bupati H.Sunaryanta fasilitasi Rapat koordinasi penyelesaian pembahasan jasa pelayanan (japel) RSUD Wonosari. Jumat (15/5) di Ruang Rapat Handayani Sekretariat Pemkab Gunungkidul.

Proporsi pelayanan darurat RSUD dengan alokasi prosentase layanan 60% untuk dokter dan 40 % bagi perawat sebagai pembantu tenaga medis.

Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyanti, S.pA penetapan peraturan yang berpedoman pada perbub tersebut telah sesuai dan diterapkan sesuai kondisional manajemen RSUD melalui kesepakatan bersama.[PIC1]

Sementara dr. Bintang dari komite medis beharap dengan selesainya bahasan jasa pelayanan ini dapat lebih konsentrasi dalam pelayanan publik sehingga nantinya lebih di rasakan maksimal oleh pasien dan masyarakat.

Fasilitasi yang juga di hadiri dari komisi D DPRD Gunungkidul Drs. Supriyadi, Gunawan, SE dan Anwarudin. Supriyadi mediasi menjadi sangat penting, meskipun hal ini merupakan internal institusi yang seharusnya tidak perlu di blowup melalui media. 

Bupati Gunungkidul dalam arahanya, dengan pertemuan ini menjadi sebuah kesimpulan dan selesainaya tentang pembahasan jasa RSUD. 

Pemikiran Kritis memang sangat di perlukan namun juga harus di imbangin dengan loyalitas, harapan bupati kepada para dokter dapat memegang teguh dan melaksanakan kode etik kedokteran dan sumpah dokter. Masalah ini bisa di selesaikan hari ini karena menyangkut kemanusiaan. 

“Kuncinya adalah semua dokter harus berpegang teguh pada sumpah dokter” Kata Bupati, karena ini menyangkut soal kemanusiaan, menyangkut soal masyarakat kita. 

Hadir mendampingi Bupati H.Sunaryanta, Sekda Ir. Drajad Ruswandono, MT Direktur RSUD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kominfo Serta jajaran Manajemen RSUD. 

 

[PIC2]