Gunungkidul – Resmi di kukuhkan,personalia asosiasi kabupaten PSSI punya pekerjaan rumah berat membangun persepakbolaan Gunungkidul.
Sesuai SK No 018 /asprov DIY /IX/ 2021 puluhan anggota terlantik yang terbagi dalam 17 komite asosiasi PSSI masa bhakti kepengurusan tahun 2021 – 2025 di bawah komando ketua terpilih Joko Pitoyo segara bergerak berkomitmen memajukan olahraga Gunungkidul khususnya sepak bola.
Syauqi soeratno ketua asprov PSSI DIY memiliki harapan tinggi askab PSSI Gunungkidul dapat bekerja dan membangun persepakbolaan di Gunungkidul Serta dapat memberikan warna sepakbola di DIY bahkan di Indonesia. Lebih jauh askab memiliki daya dorong untuk memastikan bibit unggul tidak hanya berkiprah regional Gunungkidul, Nasional bahkan di kancah Internasional.
Asprov DIY tentu akan terus mendukung program kerja PSSI Gunungkidul. Dalam hal ini jenis olahraga baru yang belum familiar dan berkembang ialah Beach soccer sebagai salah satu cabang olahraga sepakbola, juga perlu mulai di kenalkan
“harapanya pada saatnya DIY mampu menjadi tuan rumah dengan dukungan yang ada di Gunungkidul” ungkap Asprov DIY
| [PIC1] |
Sementara itu Joko pitoyo usai menerima SK pengukuhan, askap PSSI Gunungkidul berharap dapat segera bermitra dengan pemerintah sehingga sepirit penggiat sepakbola dapat terakomodasi.
Disisi lain Bupati H.Sunaryanta pun mengapresiasi dengan dikukuhkan personila ASKAB PSSI Gunungkidul, dengan terbentuknya asosiasi ini bupati yakin mampu mewujudkan keolahragaan yang lebih baik berprestasi bermartabat dan menguatkan kebersamaan.
Agung Topobroto wakil ketua KONI GK yang hadir mewakili Ketua KONI yang saat ini berada di Papua mendapingi para atlit berlaga di ajang PON, mengucapkan selamat dengan di kukuhnya personalia ASKAB
“Semoga dengan pengukuhan tidak saja memberinya semangat persepak bolaan gunungkidul dan olahraga lainnya tetapi prestasi dan tumbuhnya atlit sepakbola, Banyaknya pengurus justru menjadi kekuatan luar biasa bila mampu di manage dengan baik, karena dengan banyaknya pengurus secara tidak langsung juga terhimpun pemikir persepakbolaan” ungkap Agung
Joko Pitoyo menambahkan langkah awal program kerja PSSI Kabupaten adalah meningkatkan SDM serta pelatihan. Pelatih maupun wasit setidaknya telah berlisensi D, sehingga ada standar yang mengacu da nilai kualitas sepakbola.
Untuk menggerakan olahraga sepakbola, dirinya bersepakat untuk melibatkan Kalurahan dalam penyiapan dan pemelihraan sarana lapangan dengan standar kompetisi Nasional.
[PIC2]

