Gunungkidul – Demi menguatkan sektor ekonomi pangan di Gunungkidul dalam masa pandemi, Bupati H. Sunaryanta bersama jajaran terus mensupport Kelompok-kelompok mandiri baik wisata pertanian maupun peternakan. Hari ini Bupati bersama jajaran melaksanakan kunjungan dan peninjauan peternakan kambing etawa di 2 kelompok ternak Gunuungkidul, Selasa (22/06)
[PIC1]
Kunjungan pertama dilaksanakan di desa Tanjung, Getas Playen. Kelompok ternak kambing PE Rejo Koyo menyambut hangat kehadiran Bupati. Dalam kesempatan tersebut,Bupati langsung disambut dengan grub rebana dan kambing etawa yang sudah berjajar. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, sebelum masuk ke area ternak, Bupati mengenakan kaos tangan juga topi yang disediakan.
Kurang lebih ada 200 ekor kambing jenis etawa dan PE siap untuk dijual. Kelompok ternak kambing PE Rejo Koyo sudah berdiri sejak 2014. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Gunungkidul mengapresiasi kelompok ternak kambing PE yang secara mandiri bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Angon Kambing bersama Bupati diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati.
[PIC3]
Seusai kunjungan di Playen, Bupati dan jajaran melanjutkan kunjungan ternak kedua di desa Nglanggeran Patuk.
Sama halnya dengan kelompok sebelumnya, Kelompok ternak Ngudi Makmur II juga menyambut hangat kehadiran Bupati dan jajaran.
Dalam kunjungan tersebut Bupati secara langsung menyaksikan proses perah kambing PE. Sejak 2016 hingga Mei 2021 ini, kelompok ternak Ngudi Makmur II telah menghasilkan 703 ekor kambing PE. Harga kambing tersebut pun cukup fantastis, untuk kambing PE yang kontes dibandrol harga 30 sampai 40 juta. Untuk kambing betina biasa dibandrol harga 8 juta rupiah.
[PIC4]
Selain menyaksikan proses perah secara langsung, orang nomor satu di Gunungkidul bersama jajaran juga mencoba susu kambing yang telah diolah oleh kelompok ternak Ngudi Makmur II.
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi kelompok ternak Ngudi Makmur yang secara bersama sama meningkatkan taraf hidup masyarkat.
” Selain pariwisata kita juga mengembangkanbdi bidang2 tertentu salah satunya perternakan, salah satu alternatif yg bisa dijadikan icon ya peternakan seperti ini, mudah mudahan bisa jadi contoh kelompok-kelompok lain di Gunungkidul” ungkapnya
Bupati juga menambahkan dalam sambutannya agar masyarakat mentaati protokol kesehatan karena angka covid di Gunungkidul melonjak tinggi.
“Terakhir, saya ingatkan juga , di gunungkidul mengalami lonjakan , hampir seluruh DIY mengalami lonjakan, mohon untuk mentaati aturan yang ada” tambahnya
Dalam satu bulan, kelompok ternak Ngudi Makmur mampu memproduksi 40 liter susu kambing PE dengan 13 ekor induk.
Harapan Bupati kedepan kelompok ternak Ngudi Makmur bisa bergabung dengan UMKM online se Gunungkidul dan terus bersinergi bersama pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.
| [PIC2] |

