Bupati Hj. Badingah, S.Sos launching E-Ticketing

Gunungkidul–Terobosan dan inovasi Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul di sektor pariwisata dalam meningkatkan PAD dari  pemasukan retribusi dengan memberikan kemudahan akses  pembayaran non tunai (e-ticketing). sebagai upaya  meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik, efektif, efisien, dan dapat dipertanggunjawabkan, serta  menjawab tantangan kemajuan teknologi, Dinas Pariwisata menerapkan e-ticketing yang di launching  oleh Bupati Hj Badingah, S.Sos, Selasa(26/1).

“Pandemi covid-19 mejadi alasan ditundanya pemberlakuan e-ticketing yang akhirnya dapat dilaunching pada hari ini” kata Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Ir. Asti Wijayanti, MA 

E-Ticketing ini ada 2 (dua) metode pemesanan atau pembayaran yaitu melalui QR Code, dengan cara scan barcode di Pos Retribusi atau tempat lain yang tersedia barcode. Dan metode lain melalui Virtual Account, Dengan cara pemesanan lewat Web  http://ewisata.gunungkidulkab.go.id Lebih lanjut penerapan E-Ticketing Retribusi Tempat Rekeasi dan Olahraga merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi dan Informatika dengan PT BRI Syariah Tbk, berdasarkan Perjanjian Kerjasama Nomor : 415.4/PKSR/42/2019 dan Nomor : B.121-BRIS/12/2019 tentang Penyediaan Aplikasi Layanan E-Ticketing Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga tertanggal 23 Desember 2019, dan telah dilakukan ujicoba sebelumnya.

Asti menambahkan bahwa layanan E-Ticketing diberlakukan di semua pos retribusi dari Pos Retribusi Baron sampai  Poktunggal namun untuk sementara ini baru dilaksanakan di Pos Retribusi Baron Utama yang sudah benar-benar siap, selanjutnya akan dikembangkan lagi ke Pos Retribusi yanga lain.

Fakhrurazi bosman Pimcab BRI Syariah Jogyakarta sangat mendukung program  aplikasi virtual e-tiketing. Dengan kerjasama ini menjadi moment yang sangat tepat dimasa pandemi covid-19, dimana interaksi akan lebih dapat diminimalisir persebaran virus melalui melalui transaksi virtual dibanding transaksi tunai.[PIC5]

Bupati Hj. Badingah, S.Sos  dalam sambutanya Mengatakan proses pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan daerah sebagai dampak Pandemi Covid-19, terus dilakukan dengan berbagai cara dan upaya, agar kondisi segera pulih bahkan mengalami peningkatan. Pariwisata yang telah menjadi motor penggerak perekonomian dan pembangunan di Gunungkidul, memerankan posisi penting, karena keberadaannya berkaitan erat dengan berbagai sektor.

“Apa yang kita tempuh melalui pemulihan pariwisata, diharapkan segera memunculkan dampak positif bagi daerah dan para pelaku usaha ekonomi produktif di Gunungkidul”, kata Badingah

Layanan elektronik ticketing atau E-Ticketing layanan retribusi tempat rekreasi dan olahraga yang dinilai menjadi salah satu upaya responsif untuk menggerakkan gairah perekonomian

“dengan dukungan teknologi berbasis internet, yang telah berhasil diujicobakan bulan Oktober tahun lalu, dan hari ini, siap diimplementasikan di TPR Baron Utama”, tambahnya

[PIC4]

Bupati menilai ada 3 poin utama yang dinilai akan memberi dampak positif bagi pengembangan pariwisata Gunungkidul, utamanya bagi wisatawan yang akan semakin mudah, nyaman dan cepat dalam mengakses layanan retribusi pariwisata di Gunungkidul

Layanan E-Ticketing atau pembayaran tiket retribusi tanpa uang cash, di masa Pandemi Covid-19 yang masih mengancam ini, menjadi salah satu upaya menegakkan protokol kesehatan karena mengurangi mobilitas transaksi uang cash antar pihak

dan E-ticketing juga menjadi salah satu upaya mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari retribusi tempat rekreasi dan olahraga di Kabupaten Gunungkidul.

“Maka dari itu, rintisan E-Ticketing di TPR Baron Utama ini, akan dapat diimplementasikan dengan sukses, lancar dan berhasil memberikan kemudahan, kenyamanan dan kecepatan transaksi retribusi, terutama bagi para wisatawan”, harap Badingah

Di akhir sambutanya Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada BRI syariah, Semoga kerjasama ini berhasil memberikan nilai kemanfaatan yang semakin besar bagi masyarakat dengan mendorong peningkatan layanan pariwisata di Gunungkidul.

Dalam kesempatan tersebut bupati juga menyempatkan memberikan dorongan kepada seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif mensukseskan program vaksinasi, serta tidak takut untuk divaksin, karena jika sebagian besar masyarakat kita sudah divaksin maka segala bentuk aktivitas  akan kembali normal sehingga kegiatan pariwisatapun akan menggeliat kembali,tentunya tetap harus mematuhi protokol kesehatan

mendorong kekuatan masyarakat gunungkidul yang  guyup rukun, gotong royong  dan kebersamaan dalam bekerja harus terus dijaga dan tingkatkan.

“hindari konflik, kuatkan pemberdayaan dan rasa handarbeni. Pariwisata tidak akan berkembang seperti ini jika tanpa kerjasama dari semua pihak, apapun peran kita namun hal tersebut tetap memiliki kontribusi dalam pembangunan pariwisata ini, modal pariwisata kita adalah keindahan alam, maka dari itu jaga kelestarian dan keberlangsungannya. jika alam rusak, dieksploitasi membabibuta…niscaya modal kita akan hilang, lalu apa yang akan kita “suguhkan’ kepada para wisatawan” kata Badingah

[PIC2]

Bupati juga mengingatkat Sapta Pesona. Wisata juga harus terus menjadi pegangan kita bersama sehingga wisatawan betah berlama-lama di Gunungkidul, Selalu mematuhi peraturan perundangan yang berlaku, hindari penyimpangan dan KKN agar kita semua selamat dalam bekerja serta mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat luas

Hadir dalam acara tersebut Buapti Hj. Badingah, S.Sos, Wakil Bupati Dr. Immawan Wahyudi, MH, Kepala Dinas Pariwisata Ir. Asti Wijayanti, MA, Kepala Dinas Kominfo Kelik Yuniantoro, S.Sos, MM, Pimpinan Cabang BRI Syariah Jogjakarta Fakhrurazi Bosman, Kepala BKAD Saptoyo, S.Sos, MSi, Kepala BappedaSri Suhartanta, SIP, MSi, Panewu Tanjungsari, Forkopimpan