Gunungkidul – Diraihnya Kalpataru oleh Penyuluh pertanian rongkop bpp rongkop mendapatkan apresiasi Bupati H.Sunaryanta.
Sosok Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pertanian dan pangan terpilih nominasi kalpataru kategori pengabdi lingkungan, Suswaningsih
Dengan kegiatan pelestari lingkungan yang telah berhasil merintis dan merubah lahan kritis yang bisa di manfaatkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melihat hal itu Bupati H. Sunaryanta atas nama Pemerintah Kabupaten secara langsung memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Suswaningsih, Senin (25/10) dalam audiensinya di Ruang Rapat Bupati.
Tiga hal yang menjadi fokus pendampingan Kegiatan membangun ketahanan konservasi lahan kritis. Membangun ketahanan pangan dan pemanfaatan sumber pangan lokal.
| [PIC2] |
Lebih jauh ia mangatakan bahwa pemanfaatan lahan non produktif digunakan untuk pengembangan tanaman pangan dan kayu-kayuan serta pengembangan tanaman lokal, dilanjutkan pengolahan hasil pertanian sehingga konservasi lahan tetap terjaga. Suswaningsih yang memiliki komitmen kuat dalam konservasi alam dan pemanfaatan lahan kering menjadi lahan produktif kerja kerasnya membuahkan hasil pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemanfaatan lahan sebagai upaya menciptakan ketahanan pakan ternak melalui penanaman pakan ternak di lahan kritis.
“Dengan mengelola dan memeliharaannya, agar tercipta lahan ijo royo-royo” katanya
Kegiatan tersebut di lakaukam pada lahan seluan 5 Ha dengan jenis tanaman kayu-kayuan, tanaman pangan dengan sistim tumpangsari dengan luasan wilayah 903,7 m.
Kegiatan lainnya berupa pendampingan pemanfaatan pekarang jenis tanaman konsumsi sayuran cabe, sawi, terong dan lainya serta penanaman hijauan pakan ternak jenis Rumput gajah gluricide, turi dan lainya selain juga bermanfaat sebagai pencegahan erosi.
Penduduk yang rata rata memiliki ternak, juga dilakukan pengelolaan pemanfaatan pupuk kandang secara maksimal.
Selain kegiatan tersebut juga dilakukan pendampingan berupa kegiatan pengolahan hasil pertanian jenang dodol, kripik pisang, yang dikelola melalui KWT (Kelompok Wanita Tani)
Kegiatan yang di rintis sejak tahun 1996 saat dirinya masih bersatatus sebagai honorer terus dilakukan, fokus pengelolaan lahan pangan berada di Kalurahan Karangwuni sagan danpenhelolaan lahan kritis berada di kalutahan Melikan Kapanewon Rongkop.
Dengan upaya pendampingan yang terus dilakukan kepada kelompok maupun pribadi , pada akhirnya di 3 tahun terakhir masyarakat dapat merasakan hasilnya dan merasa senang.
Perolehan predikat kalpataru ini di awali usulan dinas dari tahun 2020 lalu yang lolos tingkat provinsi dan maju tingkat nasional, dalam verifikasi penilaian dimasa pandemi melalui daring dan virtual, terpilih sebagai satu satunya perempuan penerima kalpataru Pengabdi Lingkungan.
Dari 4 kategori
1. Perintis Lingkungan
2. Pengabdi Lingkungan
3. Penyelamat Lingkungan
4. Pembina Lingkungan.
[PIC1]

