Gunungkidul – Pemantauan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi terus dilakukan oleh tim dalwas serta DPP Pertanian Kabupaten Gunungkidul. Tim monitoring DPP Kabupaten Gunungkidul menyasar pada tiga wilayah di Kapanewon Rongkop, Tepus dan Nglipar, Selasa (19/10).
Pemantauan dilakukan di wilayah dengan serapan pupuk yang disinyalir terkendala distribusinya, aktivitas pemantauan ini dilakukan baik kepada kelompok tani maupun kios. Hasil monitoring evaluasi dan verifikasi tim lapangan di beberapa wilayah penyalur pupuk bersubsidi tidak ditemukan adanya permasalahan terkait distribusi, pupuk telah tersalurkan kepada kelompok- kelompok tani (Gapoktan) dengan baik.
[PIC1]
Verifikasi lapangan terhadap beberapa kios dan poktan mendapatkan data bahwa penebusan pupuk bersubsidi telah sesuai dengan permintaan kelompok tani/petani karena penebusan dilaksanakan secara kolektif. Jumlah penebusan pupuk berdasarkan kondisi keuangan petani, selain itu petani juga mempertimbangkan mendesak tidaknya kebutuhan akan pupuk tersebut. Pemantauan pada salah satu poktan mendapatkan informasi bahwa untuk pupuk urea, apabila poktan masih membutuhkan dapat melakukan penebusan kembali. E-RDKK masih tersedia sementara alokasi urea secara Kabupaten telah mencapai 97% dari e-RDKK. Sedangkan untuk pupuk NPK, penebusanya sudah sesuai alokasi Kabupaten yaitu sekitar 45%, apabila petani memang benar-benar masih membutuhkan dan ada sisa dari wilayah lain maka poktan masih dapat menebus dari sisa e-RDKK yag ada.
Lebih lanjut, Yudi Wibawa pengurus Gapoktan Bohol dan juga menjabat Kemakmuran di Kalurahan Bohol, menyampaikan konfirmasi bahwa tidak ada permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi, sisa yang ada di e-RDKK bila keuangan petani siap, petani akan melakukan penebusan lagi sesuai kebutuhan “

