Jogjakarta – Bupati bersama Kepala Daerah dan Walikota se-DIY hadir mengikuti Rapat Koordinasi pengawasan internal keuangan dan pembangunan (Rakorwasinkeubang) BPKP, serta arahan Gubernur, Rabu(19/5) di Gedong Pracimosono Kepatihan Yogyakarta
Membuka spirit BPKP dalam meningkatkan sinergi dan kolaborasi pengawasan, agar mampu membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi DIY di masa pandemi, dengan memperhatikan anggaran yang terbatas namun dapat dimanfaatkan secara efektif. [PIC2]
Kehadiran BPKP dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional serta dapat di rumuskan serta rencana aksi Riel dalam rangka mendorong perekonomian DIY dan sekitarnya, terang Nurhidayat selaku ketua panitia.[PIC4]
Kepala BPKP Yusuf Ateh, AK, M.BA pun menyampaikan sebelum secara resmi membuka rakor, bahwa Khusus pengawasan di daerah untuk DIY fokus pada pariwisata shingga dengan lokus pariwisata dapat meningkatkan program prioritas. Dari awal rencana anggaran, pengawasan serta melihat peluang dari desa-desa sehingga selanjutnya ada rencana aksi.
Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam arahanya menggunakan istilah istilah waras wareg. Sektor pariwisata dimasa pandemi menjadi sektor yang terdampak
Dengan tema Wisata grumegah ekonomi cerah berbasis desa mandiri daerah.Desa harus dijadikan modal sosial budaya ekonomi politik bagi arah tatanan baru dalam pengembangan pembangunan. Dari potensi-potensi yang ada di dukung dengan desain yang lebih bagus dengan kebijakan serta peran BPKP
Optimisme desa akan menjadi masa depan DIY jika peran pemuda terjadi pemberdayaan kerja
Peran desa dan pemuda menjadi pokok pendukung dalam pembangunan. Dengan berbagai kolaborasi menerapkan aplikasi dan teknologi.
Acara tersebut dilanjutkan pembahasan internal kepala daerah.
Hadir mendampingi Bupati H.Sunaryanta Sekretaris Daerah dan Ispektur.

