Gunungkidul – Lembaga Kemanusiaan Baitulmaal Munzala Indonesia (BMI) Yogyakarta mendistribusikan Ribuan kilogram beras kepada pondok pesantren, panti dan anak yatim di Gunungkidul.
Pendistribusian beras secara langsung dilepas Wakil Bupati Heri Susanto, S.Kom,M.Si dengan simbolis pengibaran bendera di halaman Pemda Gunungkidul, Minggu (10/10).
Puluhan ribu ton beras hasil himpunan dari para donatur yang akan di distribusikan di gunungkidul mencapai 10 ton menyasar di 43 pondok pesantren
Brand manger Baitulmaal munzalan Indonesia Yudi Suroto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan yang ke 56. Diawali kepedulian sosial tinggi dan melihat kondisi pondok pesantren yang sebenarnya. BMI awalnya merupakan himpunan para santri yang memilki kedekatan emosional serta merasakan yang sebenarnya kebutuhan para santri berupa kebutuhan dasar dan kebutuhan pangan. Sehingga dilandasi hal itu menghimpun dana sejak 2019 lalu di awali dari 300 kilo beras dan berkembang sampai saat ini menjadi puluhan ton.
“Dengan sedekah beras ini dari himpunan para donatur ini kebutuhan mendasar pondok itu terpenuhi sehingga pondok dapat mengembangkan dana yang ada di sisi lainya dalam pemenuhan infrastruktur dan fasilitas pendidikan pondok” ungakap Yudi
[PIC2]
Kegiatan dan sedekah beras ini berharap semakin meningkat dan kepedulian para donatur yang sampai saat ini BMI sudah ada lebih dari 100 kota di Indonesia.
Apresiasi di berikan oleh pemerintah kabupaten Gunungkidul seperti yang di ungkapkan Wakil Bupati Heri Susanto dalam sambutanya. Selain terus memberikan dukungan kepada keluarga besar gerakan infaq beras.
“Ini bagian dari sinergi yang sangat baik yang dilakukan oleh element lembaga dan dukungan masyarakat dan tak terkecuali dari unsur keagamaan, semoga menjadi energi positif dalammeningkatkan empati kita di saat pandemi yg belum usai” kata Wakil bupati.
Usai melepas secara resmi distribusi gerakan infaq beras wakil bupati menghimbau kepada masyarakat dan lingkungan ASN di Gunungkidul berkontribusi meringankan untuk para santri yang menempuh pendidikan di ponpes. Energi positif harus terus di dorong dan dikuatkan di lingkungan masyarakat.
Harapan ASN di Gunungkidul yang mencapai puluhan ribu dapat mulai berinfaq, berzakat, jika setiap ASN menyisihkan 1 kg beras tentu akumulasinya sudah sangat signifikan.
Kegiatan di tutup doa yang disampaikan KH Mahmud Ali, dilanjutkan simbolis pelepasan distribusi beras oleh wakil bupati.
| [PIC1] |

