Wakil Bupati Gunungkidul Mersemikan Rumah Ekonomi Kreatif

Gunungkidul –Pemberdayaan rumah ekonomi kreatif pembudidayaan magot dengan nama Diant Organic Farm diresmikan oleh Wakil Bupati Heri Susanto di  Dusun Salam, Kecamatan Patuk, Jumat (14/11)

Rumah pemberdayaan ekonomi keratif ini meruapakan rumah pemberdayaan masyarakat dusun salam yang memiliki moto Maju dan berkembang bersama.  Warga di Dusun Salam sudah membudidayakan maggot sejak empat tahun terakhir. Maggot atau belatung merupakan larva dari lalat black soldier fly (Hermetia Illucens, Stratimydae, Diptera) atau BSF. Dari aspek ekonomi, maggot merupakan alternatif bahan pakan sumber protein yang tinggi energi untuk dijadikan pakan ternak seperti ikan, ayam, burung. 

[PIC1]

Jantung dari kelompok  ini berawal dari maggot kemudian seiring berjalannya waktu memiliki beberapa program antara lain budidaya ikan , ternak dan kebun. Adapun rumah ekonomi kreatif yang terdiri dari 2 kelompok  ini mampu produksi 60kg maggot per harinya dengan harga Rp.6000 per kilogram. Hal teresebut disampaikan langsung oleh Kusdiana selaku pelopor budidaya maggot. 

“kegunaan maggot sndiri banyak sekali antara lain, satu untuk pakan alternatif, karena mempunya protein minimal 40 sampai 50 , dua untuk pengurai sampah,dan sisa dari maggot itu untuk pertanian atau pupuk organik” ungkap Kusnadi

Lebih jauh Kusnadi menyampaikan bahwa penjualan telur maggot ini sudah sampai Jambi. 

“kalo maggotnya pasarnya udah kemana mana salah satunya bapak ini dari godean seorang peternak ikan koi, kalo untuk telur maggotnya sudah sampai Jambi” tambahnya

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Heri Susanto yang hadir untuk meresmikan rumah ekonomi kreatif milik kelompok Diant Organic Farm meyakini bahwa kelompok ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berharap budidaya maggot bisa menyebar ke wilayah lain bahkan bisa ekspor. 

“Kita mengutamakan ekonomi kerakyatan bagaimana kita secara brsama sama bersinergi memajukan kesejahteraan masyarakat, mudah-mudahan  ini trs digelorakan dan menjadi virus2 kebaikan tidak hanya di dusun salam tapi bsia menyebar ke wilayah lainnya” ungkap Heri Susanto

[PIC4]