Gunungkidul–Kasus bunuh diri kembali terjadi di Gunungkidul. Kamis (17/06/2021), Seorang pria paruh baya, Wastono (51) warga Padukuhan Dunggubah, Kalurahan Duwet, Kapanewon Wonosari nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Peristiwa ke 23 ini pun sontak menyita perhatian Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Ditengah-tengah rapat dengan DPRD Gunungkidul, ia menyempatkan diri mendatangi keluarga korban untuk memberikan dukungan moril.
Sesampainya di lokasi rumah pelaku bunuh diri, Bupati bersama ajudan dan rombongan pemkab Gunungkidul langsung melaksanakan sholat jenazah
Bupati cukup kaget mendengar penjelasan dari pihak keluarga. Dimana siang tadi, pelaku masih makan bersama keluarga usai pulang dari ladang.
[PIC2]
“Pagi masih mencari rumput, jam 1 makan bersama keluarga. Setengah dua keluarga mendapati pak Wastono ini tergantung di atap rumah,” kata Bupati Gunungkidul di lokasi kejadian.
Ia menerangkan, dari keterangan pihak keluarga, Wastono dalam beberapa hari terakhir ini mengeluhkan rasa sakit dan kerap berhalusinasi. Pria paruh baya tersebut juga mengurangi aktifitas sholat dari biasanya.
“Saya datang menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya pak Wastono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Tentu saya pribadi dan atas nama Pemkab Gunungkidul berharap kasus ini menjadi yang terakhir kali di Gunungkidul,” ungkap Sunaryanta.
Setelah itu, Bupati kemudian menyempatkan diri melihat lokasi kejadian. Dimana pelaku bunuh diri melakukan aksinya tersebut.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonosari, Iptu Sofyan Susanto mengatakan, peristiwa tersebut diketahui pertama kali oleh istrinya sendiri. Saat itu dirinya melihat suaminya sudah tergantung di kayu atap rumah yang cukup tinggi.
“Diduga pelaku bunuh diri itu memanjat ke meja dan naik ke atas rumah,” kata Sofyan.
Lebih lanjut dikatakan, terkait dengan motif pelaku sendiri pihaknya belum dapat menyimpulkannya. Kendati begitu, dugaan sementara pelaku mengalami depresi.

